Sangatta – Uci, anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur periode 2024-2029, menegaskan tekadnya untuk memperjuangkan kesejahteraan tenaga honorer serta menyalurkan aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kutai Timur. Sebagai mantan tenaga honorer dengan pengalaman kerja selama 11 tahun, Uci memiliki perhatian khusus terhadap isu-isu yang dihadapi oleh rekan-rekannya yang masih berjuang di sektor tersebut.
Dalam wawancara dengan sejumlah media, Uci mengungkapkan bahwa pesan-pesan dari sesama tenaga honorer yang pernah bekerja bersamanya menjadi motivasi besar dalam menjalankan tugasnya di DPRD.
“Mereka sering menitipkan pesan kepada saya, ‘lihat-lihatlah kami, perjuangkan kami.’ Itu menjadi beban moral bagi saya. Insyaallah, aspirasi mereka akan saya perjuangkan di DPRD,” ujar Uci.
Fokus pada Pengangkatan PPPK
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian Uci adalah pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, sistem tes yang diterapkan sebagai syarat pengangkatan PPPK kurang adil bagi tenaga honorer yang telah bekerja bertahun-tahun dengan dedikasi tinggi.
“Rasanya kurang pas jika pemerintah mensyaratkan tes bagi tenaga honorer yang ingin diangkat menjadi PPPK. Mereka sudah bekerja dengan baik, tepat waktu, dan penuh tanggung jawab. Saya berharap Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) juga mempertimbangkan masa kerja mereka sebagai syarat penting,” tegasnya.
Uci menyatakan komitmennya untuk membawa isu ini ke DPRD Kutai Timur dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait guna mencari solusi yang lebih adil. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kontribusi tenaga honorer dalam menentukan status mereka.
Aspirasi Rakyat Dapil 1
Selain memperjuangkan nasib tenaga honorer, Uci juga fokus pada tugasnya sebagai wakil rakyat, yakni menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapil 1. Wilayah tersebut mencakup beberapa kecamatan yang memiliki beragam kebutuhan dan harapan.
“Memastikan aspirasi rakyat dari Dapil saya menjadi prioritas utama. Pasti akan ada usulan-usulan dari masyarakat yang harus diperhatikan. Kita akan melihat usulannya terlebih dahulu, baru kemudian kita terima dan perjuangkan di DPRD,” ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat, Uci berkomitmen untuk mendengar dan merespons setiap aspirasi yang disampaikan oleh konstituennya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan DPRD untuk menciptakan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Mendorong Pembangunan Berkelanjutan
Dalam menjalankan tugasnya, Uci bertekad mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kutai Timur. Ia berharap melalui kebijakan yang tepat, berbagai kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang memadai.
“Saya ingin bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan yang kita buat benar-benar membawa manfaat bagi rakyat. Pembangunan yang berkelanjutan adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan bersama,” katanya.
Optimisme dan Harapan
Sebagai mantan tenaga honorer yang kini berada di posisi legislatif, Uci berharap pengalamannya dapat memberikan perspektif baru dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya tenaga honorer. Ia optimistis bahwa selama masa jabatannya, ia dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat di Dapil 1 dan Kutai Timur secara keseluruhan.
“Semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan sebaik mungkin, dan saya bisa memberikan yang terbaik untuk teman-teman tenaga honorer serta masyarakat di Kutai Timur,” tutup Uci.
Dengan semangat dan komitmennya, Uci berupaya menjadikan masa jabatannya sebagai momentum untuk memberikan kontribusi nyata, baik dalam hal meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer maupun memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang diwakilinya.
