Kukar – Di balik tugas sederhana seorang Ketua RT, tersimpan tanggung jawab besar menjaga denyut pelayanan masyarakat. Untuk memperkuat peran tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyerahkan kendaraan operasional roda dua kepada puluhan Ketua RT di Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan. Bantuan itu diharapkan menjadi “mesin penggerak” pelayanan yang lebih cepat dan responsif di tingkat lingkungan.
Penyerahan kendaraan operasional dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Sekretariat Kabupaten pada Senin (18/5/2026). Kegiatan berlangsung di Kelurahan Singa Geweh dan dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Sekretaris Daerah, unsur Kecamatan Sangatta Selatan, pihak kelurahan, serta para Ketua RT penerima manfaat. Program ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah dalam menunjang tugas pemerintahan paling bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Uud Sudiharjo, menjelaskan bahwa bantuan kendaraan operasional tersebut sebelumnya sempat tertunda dan direalisasikan secara bertahap. Tahun ini, sebanyak 30 unit sepeda motor disiapkan untuk mendukung aktivitas pelayanan Ketua RT dengan total anggaran kontrak mencapai Rp712.140.000 atau rata-rata Rp23.970.000 per unit.
“Kendaraan ini merupakan fasilitas operasional yang harus dirawat dengan baik. Dalam fakta integritas yang ditandatangani, kendaraan akan ditarik kembali saat masa jabatan Ketua RT berakhir dan diserahkan kepada pengurus berikutnya,” ujar Uud Sudiharjo.
Menurutnya, kendaraan dinas tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai fasilitas kerja, tetapi juga bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran Ketua RT yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan administrasi maupun penyelesaian persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya menegaskan bahwa program bantuan kendaraan operasional tetap dipertahankan meskipun kondisi fiskal daerah mengalami penyesuaian. Ia menyebut Kutai Timur sebagai daerah penghasil sumber daya alam turut terdampak perubahan anggaran nasional, namun pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kita tetap mempertahankan program ini meskipun ada keterlambatan. Karena ini bagian dari dukungan pemerintah kepada penyelenggara pemerintahan paling bawah, yaitu Ketua RT,” tegas Ardiansyah.
Selain bantuan kendaraan, Bupati juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan dana Rp250 juta per RT yang menurutnya tetap dipertahankan pemerintah daerah. Dana tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, penanganan stunting, pembangunan infrastruktur lingkungan, hingga peningkatan kualitas hidup warga secara langsung.
“Kalau dimanfaatkan dengan baik selama lima tahun, program ini bisa memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk menekan kemiskinan dan memperbaiki lingkungan RT,” ujarnya.
Ketua RT 26 Kelurahan Singa Geweh, Chalvin Mangera, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Ia berharap kendaraan operasional tersebut dapat membantu mobilitas Ketua RT dalam menjalankan pelayanan sekaligus diikuti optimalisasi program pembangunan berbasis masyarakat.
“Kami mengapresiasi bantuan ini dan berharap seluruh program pemerintah, termasuk anggaran RT, benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Chalvin.
Melalui bantuan kendaraan operasional ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap pelayanan publik di tingkat RT semakin efektif dan cepat. Di tengah tantangan pembangunan daerah, penguatan peran Ketua RT dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas pelayanan hingga ke lingkungan terkecil masyarakat.
