Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Anggota DPRD Kutim Masdari Kidang Umrah Bersama Dua Istri dan Anak

4 Mar 2026

Anggaran Ambulans Rp9 Miliar di Kutim Dipastikan Bukan untuk Satu Unit, Pemkab Tegaskan Isu Medsos Keliru

2 Mar 2026

Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

28 Feb 2026
1 2 3 … 898 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026

    Marsidik Ogah Hanura Kaltim Jalan di Tempat: “Kita Harus Signifikan!”

    27 Jan 2026

    Ketua PKS Kutim Ajak Kader Munajat Tutup Tahun

    2 Jan 2026

    PKS Kutim Lantik DPC 18 Kecamatan, Tegaskan Empati Kader

    23 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024

    Enggan Puasa Ramadhan

    13 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Menjadi Produk Utama, DPRD Kaltim Apresiasi Kampung Kopi Luwak

DPRD Kaltim Ajeng NadyaAjeng Nadya25 Okt 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil Ketua DPRD Kaltim
Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Samsun memberikan apresiasi terhadap prestasi Kampung Kopi Luwak di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang telah menjadi produk utama dan mendapat ketenaran di seluruh Indonesia.

“Kita patut berbangga, di Kaltim ada kopi luwak yang namanya sudah tersohor di nusantara. Ini menunjukkan petani kita hebat dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas,” ucap Samsun di Samarinda, Rabu (25/10/2023).

Kopi luwak yang ditanam di tengah perkebunan karet merupakan jenis kopi liberika yang memiliki cita rasa khas dan aromatik.

“Kopi Liberia ini jarang ditemui di daerah lain. Ini produk unggulan dan harus mendapat perhatian serius dalam pengembangannya. Aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pemerintah provinsi dan pusat agar mendapat dukungan lebih,” katanya.

Samsun pun mengapresiasi kinerja Kepala Desa Prangat Baru yang meski sedang hamil, tetap semangat menampilkan potensi yang ada di wilayahnya.

Pemilik perkebunan kopi Rindoni yang kawasannya berlabel “Kampung Kopi Luwak” ini mengungkapkan, perkebunan kopi ini didesain layaknya objek wisata, bahkan di bagian depan tempat tinggalnya juga terdapat ruang luas yang sering digunakan sebagai tempat pertemuan.

Ruang yang luas ini juga berfungsi sebagai ruang tamu, bahkan jika ada sosialisasi yang melibatkan petani dan kelompok tani juga sering diadakan di ruang ini.

Selain ruangan yang luas ini juga terdapat warung makan dan warung kelontong. Mulai dari ruang pertemuan hingga gazebo yang ada di perkebunan kopi juga dijadikan sebagai lokasi pembelajaran tentang perkebunan kopi sehingga wajar jika disebut lokasi tersebut sebagai perkampungan.

Kopi bubuk luwak olahannya dijual seharga Rp 210 ribu per kemasan berisi 50 gram. Artinya per gramnya berharga Rp4.200 atau mencapai Rp4,2 juta per kilogram.

“Jenis kopi yang saya tanam adalah liberika. Total lahan yang tersedia mencapai sembilan hektar. Dari jumlah tersebut, baru dua hektar yang ditanami liberika, sedangkan tujuh hektar lainnya masih dalam pengembangan dan menunggu proses penyemaian,” jelas Rindoni.

Sementara itu, Asmirilda, Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, mengaku salut dengan kinerja Rindoni dalam mengelola perkebunan secara lestari dan lestari, sehingga ia terus mendukungnya.

“Saya juga pernah membeli bubuk kopi luwak buatan Pak Rindoni. Saya juga sudah mencicipi racikan kopi luwaknya, rasanya enak sekali,” imbuhnya.

Ia bahkan telah memfasilitasi pembentukan Kelompok Tani Kopi Luwak Kampung Kopi Luwak (KTPA) di lokasi tersebut, sehingga kehadiran KTPA diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca seiring dengan tidak adanya pembakaran lahan hingga penanganan lahan. kebakaran.

Silakan Bekomentar
DPRD Prov Kaltim Kampung Kopi Luwak Muhammad Samsun Rindoni
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPRD Kaltim Serius Benahi Pendidikan Lewat Ranperda Inklusif

Legislator Kaltim Minta Pemprov Kaltim Netral Atasi Konflik Sidrap

Suarakan Aspirasi Desa, BPD BBU Temui Fraksi PKS DPRD Kaltim

Berita Terkini

Anggota DPRD Kutim Masdari Kidang Umrah Bersama Dua Istri dan Anak

Ajeng NadyaAjeng Nadya4 Mar 2026 DPRD Kutim

Anggaran Ambulans Rp9 Miliar di Kutim Dipastikan Bukan untuk Satu Unit, Pemkab Tegaskan Isu Medsos Keliru

2 Mar 2026

Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

28 Feb 2026

Sosialisasi RPIK, DPRD Kutim Matangkan Arah Industrialisasi 2045

27 Feb 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025

Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media

17 Mar 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.