Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menyambut positif peresmian instalasi penyediaan air bersih dan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang dilaksanakan di dua wilayah, yakni Kaubun dan Sangkimah, sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan hak dasar yang harus dipenuhi, dan realisasi dua instalasi pengolahan air (IPA) tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah terus bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan warganya. “Apa yang dilakukan pemerintah ini adalah bentuk nyata dari komitmen memenuhi kebutuhan mendasar warga,” ujarnya.
Jimmi menjelaskan bahwa dua fasilitas tersebut baru merupakan awal dari pembangunan yang lebih luas. Ia menyebut akan ada proyek lanjutan di wilayah lain seperti Kebun dan daerah strategis lainnya yang juga memerlukan pelayanan air bersih yang optimal. “Kita berharap infrastruktur ini terus ditingkatkan dan diperluas agar dampaknya benar-benar terasa bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan proyek SPAM ini dengan pendekatan observatif dan pengawasan ketat agar kualitas pelayanan tidak menurun. Menurutnya, penyediaan air bersih tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur dasar seperti air minum memiliki efek berantai terhadap peningkatan kualitas hidup dan produktivitas warga.
“Dengan adanya fasilitas air bersih, ini bisa menjadi pondasi kuat bagi kemajuan sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga investasi,” kata Jimmi.
DPRD Kutim, lanjutnya, akan terus mendukung langkah-langkah strategis Pemkab Kutim dalam memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya. Jimmi menyatakan rasa syukurnya atas realisasi proyek ini dan mendorong pemerintah untuk terus memaksimalkan pembangunan sektor publik di berbagai kecamatan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, pembangunan fasilitas penyediaan air bersih di Kutim diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan warga, sehingga tak ada lagi daerah yang mengalami krisis air bersih dalam jangka panjang. (ADV).
