Sangatta – Dalam Rapat Paripurna ke-XX yang digelar DPRD Kabupaten Kutai Timur pada Selasa (26/11/2024), Anggota Fraksi Gelora Amanat Perjuangan (GAP) Mulyana menyampaikan pandangan akhir atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2025-2045. Dengan sikap kritis dan tegas, Fraksi GAP menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap perubahan anggaran dalam RPJPD benar-benar dilakukan demi kepentingan rakyat dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Rapat Paripurna ini menjadi momen penting bagi anggota DPRD Kutai Timur untuk memberikan pandangan terhadap RPJPD yang akan menjadi landasan bagi pembangunan daerah dalam dua dekade mendatang. Fraksi GAP tidak hanya memberikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam merumuskan dokumen RPJPD tersebut, namun juga menyampaikan beberapa catatan kritis agar tujuan besar dari visi pembangunan yang dituangkan dalam dokumen ini dapat benar-benar tercapai.
Visi RPJPD Kutai Timur 2025-2045: “Kutai Timur Hebat 2045”
Dalam pidatonya, Mulyana menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah merumuskan visi besar untuk RPJPD 2025-2045, yaitu “Kutai Timur Hebat 2045: Pusat Hilirisasi Sumber Daya Alam yang Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan.” Visi ini bertujuan untuk membawa Kutai Timur menjadi daerah yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, dengan fokus utama pada pengelolaan sumber daya alam yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, serta pemerataan kemajuan sosial dan ekonomi di seluruh wilayah.
Menurut Fraksi GAP, perubahan fokus dari eksploitasi sumber daya alam ke hilirisasi merupakan langkah strategis yang sangat diperlukan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah bagi daerah, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan di tengah gencarnya eksploitasi sumber daya alam yang seringkali mengorbankan ekosistem. Dengan demikian, Fraksi GAP menyambut baik visi tersebut, namun mereka menekankan bahwa pencapaian visi ini membutuhkan dukungan yang lebih besar dari sektor lain, seperti ketahanan pangan, pendidikan, dan infrastruktur.
Sasaran Utama Visi Kutai Timur Hebat 2045
Visi Kutai Timur Hebat 2045 berlandaskan pada sejumlah sasaran utama yang dirancang untuk membawa Kabupaten Kutai Timur ke arah yang lebih baik dalam jangka panjang. Fraksi GAP mengapresiasi sasaran-sasaran yang telah ditetapkan, yang mencakup berbagai aspek pembangunan daerah. Sasaran-sasaran tersebut antara lain:
- Menjadi pusat pertambangan dan perkebunan berkelanjutan.
- Peningkatan mobilitas barang dan jasa melalui wilayah Kutai Timur, menjadikannya jalur tol laut strategis nasional.
- Pengurangan ketergantungan ekonomi pada sektor tambang dengan menciptakan struktur ekonomi yang lebih inklusif.
- Penurunan emisi gas rumah kaca menuju net-zero emission.
- Peningkatan pendapatan per kapita.
- Pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial.
- Meningkatkan peran Kabupaten Kutai Timur dalam konteks provinsi.
- Peningkatan daya saing sumber daya manusia.
Namun, Fraksi GAP juga menegaskan bahwa meskipun sasaran-sasaran ini ambisius dan relevan, pencapaiannya membutuhkan perencanaan yang matang dan pemantauan yang konsisten agar tidak terhambat oleh berbagai kendala yang dapat muncul di sepanjang perjalanan.
Misi Pembangunan Jangka Panjang: Menuju Kutai Timur yang Lebih Maju
Untuk mencapai visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah merumuskan delapan misi pembangunan jangka panjang yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Misi-misi tersebut antara lain:
- Transformasi Sosial menuju masyarakat modern yang berbudaya.
- Transformasi Ekonomi menuju kemandirian dan ketangguhan ekonomi.
- Transformasi Tata Kelola menuju pemerintahan yang profesional, efektif, dan visioner.
- Membangun Ekosistem Sosial, Ekonomi, Hukum, dan Birokrasi yang mendukung.
- Pengelolaan Kehutanan, Sosial, Budaya, dan Ekologi yang berkelanjutan.
- Pembangunan Kewilayahan yang merata, terencana, dan relevan.
- Pembangunan Sarana dan Prasarana yang berkualitas, ramah lingkungan, dan terjangkau.
- Kesinambungan Pembangunan yang mengoptimalkan potensi daerah dan menyesuaikan dengan perkembangan.
Fraksi GAP memberikan dukungan penuh terhadap misi-misi tersebut. Namun, mereka mengingatkan agar implementasi misi tersebut tidak hanya sekadar formalitas. Setiap misi harus dapat diukur dan diterapkan dengan jelas, karena hanya dengan cara ini RPJPD akan dapat mewujudkan perubahan yang nyata di tengah masyarakat.
Ketahanan Pangan dan Pertanian: Prioritas Pembangunan yang Harus Diperhatikan
Dalam pandangan akhir Fraksi GAP, salah satu hal yang menjadi fokus utama adalah sektor ketahanan pangan dan pertanian. Fraksi GAP menilai bahwa sektor ini harus menjadi prioritas dalam pembangunan, mengingat peranannya yang sangat strategis dalam menjamin ketahanan ekonomi daerah. Untuk itu, Fraksi GAP mendorong alokasi anggaran yang lebih besar untuk sektor pertanian, dengan penekanan pada penggunaan data yang akurat dan terintegrasi, termasuk geo-tagging, agar hasil pembangunan di sektor ini lebih terukur dan dapat diandalkan.
Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM): Aset Utama Pembangunan
Fraksi GAP juga menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai aset utama pembangunan. Pemerintah daerah diharapkan untuk lebih fokus pada pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan masyarakat agar mereka siap menghadapi tantangan global dan menjadi bagian dari era Indonesia Emas 2045. Tanpa peningkatan kualitas SDM, segala upaya pembangunan lainnya tidak akan optimal.
Infrastruktur dan Pengentasan Kemiskinan: Dua Prioritas yang Tidak Bisa Ditunda
Dengan luasnya wilayah Kutai Timur dan ketergantungan besar pada sektor pertambangan, Fraksi GAP mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan kabupaten. Pembangunan infrastruktur yang lebih baik akan mendukung pemerataan pembangunan dan membuka akses bagi masyarakat di daerah terpencil.
Fraksi GAP juga mendorong Pemerintah Kabupaten untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui program-program inovatif berbasis hasil. Pengentasan kemiskinan harus menjadi agenda utama agar kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara merata.
Penerapan RPJPD yang Konsisten dan Terperinci
Fraksi GAP menekankan bahwa RPJPD 2025-2045 harus diterapkan secara konsisten, terperinci, dan terfokus. Perda ini harus menjadi pedoman utama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), agar setiap program pembangunan memiliki arah yang jelas dan terukur sesuai dengan visi jangka panjang.
Mulyana menyatakan bahwa Fraksi GAP akan terus mengawal dan memantau implementasi RPJPD 2025-2045 untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Fraksi GAP berharap agar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat bekerja dengan transparan, profesional, dan penuh tanggung jawab dalam mewujudkan cita-cita besar untuk menjadikan Kutai Timur sebagai daerah yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Rapat Paripurna ke-XX ini pun berakhir dengan disahkannya pandangan akhir dari Fraksi GAP, yang semakin menguatkan komitmen mereka dalam mewujudkan Kutai Timur yang lebih baik di masa depan.
