Sangatta – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) bertajuk “Peran Satpol PP dan Linmas Pasca Pemilukada di Kabupaten Kutai Timur”. Acara ini berlangsung pada Senin (25/11/2024) di Hotel Q, Kutai Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Satpol PP dari 18 kecamatan, meskipun tiga kecamatan tidak dapat hadir karena sedang menerima logistik dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Peningkatan Personel untuk Penguatan Kinerja
Dalam kesempatan ini, Kepala Satpol PP Kutai Timur, Fata Hidayat, mengumumkan rencana perekrutan 215 tenaga outsourcing untuk memperkuat personel Satpol PP. Dari jumlah tersebut, tujuh orang akan ditempatkan di setiap kecamatan, sementara 70 lainnya akan bertugas di tingkat kabupaten.
“Kami berharap penambahan personel ini dapat meningkatkan kinerja Satpol PP, khususnya dalam menjaga ketertiban umum dan perlindungan masyarakat pasca-Pemilukada,” ujar Fata.
Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan akan personel yang lebih memadai, mengingat kompleksitas tugas Satpol PP, terutama setelah penyelenggaraan Pemilukada 2024 yang membutuhkan pengawasan ketertiban ekstra.
Apresiasi dan Arahan dari Bupati Kutai Timur
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir membuka Rakernis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satpol PP atas pengabdian mereka. Ia memuji dedikasi Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian Satpol PP. Semoga semakin profesional dan solid dalam menjalankan tugas, memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” ujar Bupati.
Ardiansyah menegaskan bahwa peran Satpol PP sangat strategis dalam melaksanakan urusan pemerintahan wajib, khususnya terkait ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Peningkatan SDM dan Pendekatan Humanis
Dalam pidatonya, Bupati Ardiansyah menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Satpol PP serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Ia berharap anggota Satpol PP mampu memberikan pelayanan yang tegas namun tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.
“Satpol PP harus mampu menjalankan tugasnya secara humanis, mengedepankan pendekatan dialog dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa tugas Satpol PP sering kali bersinggungan dengan kepentingan masyarakat, sehingga kemampuan negosiasi dan komunikasi publik menjadi sangat penting.
“Proses penegakan peraturan daerah harus dilakukan dengan cara yang humanis, tanpa meninggalkan prinsip ketegasan. Saya berharap Satpol PP dapat terus mendukung suksesnya Pemilukada Kutai Timur 2024,” tambahnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara camat dan kepala seksi ketentraman dan ketertiban umum di kecamatan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2020. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat penegakan hukum di tingkat kecamatan.
Mendukung Visi dan Misi Pemerintah Kutai Timur
Bupati Ardiansyah mengingatkan bahwa tugas dan fungsi Satpol PP harus selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, yaitu “Mewujudkan Pemerintahan yang Partisipatif berbasis Penegakan Hukum dan Teknologi Informasi”.
“Saya meminta agar seluruh tugas yang diemban mendukung visi dan misi pemerintah. Dengan kerja keras dan sinergi, kita dapat menciptakan keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan yang merata di Kutai Timur,” ujarnya.
Bupati juga berharap hasil Rakernis ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kutai Timur, terutama dalam menjaga ketertiban umum pasca-Pemilukada.
Komitmen untuk Ketertiban dan Keamanan
Rakernis ini tidak hanya membahas isu-isu strategis pasca-Pemilukada, tetapi juga menegaskan kembali komitmen Satpol PP dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Dengan tambahan personel serta peningkatan kualitas SDM, Satpol PP diharapkan dapat bekerja lebih efektif dalam melayani masyarakat.
“Ke depan, tugas Satpol PP akan semakin menantang, sehingga diperlukan komitmen, sinergi, dan profesionalisme dari setiap anggota,” tutup Fata Hidayat.
Rakernis ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan merancang strategi yang lebih baik dalam menjalankan tugas penegakan peraturan di Kutai Timur. Dengan dukungan dari pemerintah dan peningkatan kapasitas personel, Satpol PP diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat.
