Sangatta – Di balik meja pertemuan yang penuh kehangatan, komunikasi antarlembaga kembali dirajut demi tujuan bersama. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Timur menerima kunjungan kerja DPRD Kota Bontang, Selasa (13/1/2026), sebagai bagian dari upaya mempererat koordinasi dan memperkuat sinergi pembangunan antar daerah di Kalimantan Timur.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, didampingi sejumlah anggota DPRD, di antaranya H. Ubayya Bengalon, Heri Keswanto, dan Aloysius Roni, serta staf pendamping. Kehadiran mereka disambut Ketua Jimmi bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kutim di Ruang VIP Lantai 1 Gedung DPRD Kutai Timur, kawasan Bukit Pelangi, Sangatta.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut sejumlah pimpinan fraksi dan anggota DPRD Kutim, di antaranya Ketua Fraksi Demokrat Pandi Widianto, Wakil Ketua Fraksi Demokrat H. Masdari Kidang, Sekretaris Fraksi Gelora Amanat Persatuan H. Shabaruddin, anggota Fraksi PKS Sayyid Umar, serta Sekretaris DPRD Kutim Jainuddin. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka yang menekankan semangat kebersamaan.
Dalam pertemuan itu, Andi Faizal Sofyan Hasdam menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus membahas isu-isu strategis yang dihadapi pemerintah daerah. Fokus utama diskusi adalah terkait dana bagi hasil pajak provinsi serta bantuan keuangan provinsi kepada kabupaten dan kota, yang dinilai sangat memengaruhi kapasitas fiskal daerah.
“Kunjungan ini kami maksudkan untuk saling berbagi pandangan dan pengalaman. Ternyata kondisi yang dihadapi Kota Bontang sejalan dengan yang dialami Kutai Timur, terutama terkait dinamika dana transfer dan penyesuaian anggaran,” ujar Andi Faizal dalam pertemuan tersebut.
Ia menambahkan bahwa komunikasi antardaerah menjadi penting agar DPRD dapat mengambil peran strategis dalam mengawal kebijakan anggaran yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Dengan diskusi terbuka, setiap daerah diharapkan mampu menemukan solusi yang lebih adaptif terhadap perubahan kebijakan fiskal.
Sementara itu, Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi menilai diskusi yang berlangsung sangat konstruktif, terutama dalam menyikapi tantangan pengurangan APBD yang dirasakan oleh kedua daerah. Menurutnya, pertemuan ini membuka ruang pembelajaran bersama, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Diskusi hari ini sangat bermanfaat. Kota Bontang dinilai lebih siap dalam pengelolaan keuangan daerah, sehingga Kutai Timur dapat belajar dan saling bertukar informasi untuk memperkuat tata kelola anggaran,” ungkap Jimmi.
Ia juga menekankan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kebijakan anggaran berjalan efektif dan transparan. Oleh karena itu, sinergi antarlembaga legislatif perlu terus dijaga agar pembangunan daerah dapat berjalan selaras dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan kedua pimpinan DPRD untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat kerja sama ke depan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong kemajuan pembangunan daerah masing-masing serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kutai Timur dan Kota Bontang.
