Sangatta – Warna-warni keceriaan memadati Masjid Agung Al-Faruq saat 150 anak dari berbagai TK se-Kutai Timur mengikuti lomba mewarnai, Minggu (16/11/2025). Lomba ini menjadi magnet besar bagi peserta, hingga panitia terpaksa menutup pendaftaran lebih awal karena jumlah pendaftar jauh melebihi ekspektasi.
Lomba mewarnai ini digelar sebagai bagian dari kegiatan edukatif dan kreatif yang menyasar anak usia dini, dengan tujuan mengasah imajinasi sekaligus menanamkan nilai keagamaan melalui media seni. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dan berlangsung dalam suasana penuh semangat.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Padliyansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menyangka antusiasme masyarakat akan begitu tinggi.
“Kami harus menutup pendaftaran lebih cepat dari jadwal, karena peserta yang masuk sudah melebihi perkiraan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dengan kegiatan semacam ini,” ujar Padliyansyah saat ditemui di lokasi acara.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan, Disdikbud Kutim akan menyiapkan kapasitas yang lebih besar agar semua peserta yang ingin ikut dapat difasilitasi.
Dalam hasil penilaian lomba, Zarmina Zahra berhasil meraih Juara I dengan total nilai tertinggi, yaitu 265 poin. Sementara posisi Juara II dan III masing-masing diraih oleh Nur Inayah Fadiyah Yusuf (253 poin) dan Raka Yusup A (245 poin). Selain itu, kategori Harapan juga diberikan kepada tiga peserta: Syanum Habibah (Harapan I), Halfa Abidzar (Harapan II), dan Ruwaifi (Harapan III).
Penjurian dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan aspek ketepatan warna, kerapihan, serta kreativitas. Para pemenang diberikan piala dan bingkisan edukatif sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari para orang tua peserta yang berharap lomba serupa bisa menjadi agenda rutin tahunan. Selain menumbuhkan rasa percaya diri anak, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar sekolah TK di Kutai Timur.
Dengan suksesnya pelaksanaan lomba mewarnai ini, Disdikbud Kutim membuka ruang untuk lebih banyak kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pengembangan bakat sejak dini. (ADV/AN/Diskominfo).
