Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Dishub Kutim Dorong Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan

1 Mei 2026

Pekerja PT KED Gelar Donor Darah Bersama PMI

1 Mei 2026

DPRD Tarakan dan Samarinda Diskusi Pengelolaan Sampah, APBD, serta Skema Dana RT untuk Dorong Pembangunan Daerah Berkelanjutan

27 Apr 2026
1 2 3 … 904 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026

    Marsidik Ogah Hanura Kaltim Jalan di Tempat: “Kita Harus Signifikan!”

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024

    Enggan Puasa Ramadhan

    13 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Oknum Guru Lakukan Asusila pada Anak di Bontang, Ini Pesan Adrofdita

DPRD Bontang Ajeng NadyaAjeng Nadya21 Sep 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Adrofdita, Anggota DPRD Kota Bontang
Adrofdita, Anggota DPRD Kota Bontang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bontang – Kasus tindakan asusila terhadap seorang anak di bawah umur menggemparkan Kota Bontang. Pelaku kejahatan tersebut ternyata adalah seorang oknum guru yang bekerja di salah satu sekolah swasta di Kota Taman ini.

 

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang, Sukmawati, mengungkapkan peristiwa tragis ini di Auditorum 3 Dimensi, Bontang, pada Rabu (20/9/2023).

 

Menurut Sukmawati, korban adalah seorang siswa berusia 12 tahun di salah satu sekolah swasta di Kota Bontang. Kasus ini telah menjadi perhatian serius pihak kepolisian, dan korban mendapat pendampingan psikologis yang diperlukan.

 

“Pelaku adalah seorang guru, dan saat ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian,” ungkapnya Seperti dikutip dari tribun Kaltim.

 

Sukmawati melanjutkan dengan menjelaskan bahwa korban telah menerima pendampingan psikologis dua kali untuk membantu pemulihan dari traumatisasi yang dialaminya.

 

“Saat ini, kondisinya sudah membaik dan ia telah kembali bersekolah,” tambahnya.

 

Untuk mencegah kasus serupa terulang di masa depan, pihak berwenang berencana untuk meningkatkan sosialisasi di setiap sekolah. Tujuannya adalah agar seluruh lingkungan sekolah lebih sadar akan pentingnya melindungi anak-anak.

 

“Iya, kami sudah melakukan sosialisasi, namun kami akan meningkatkannya,” tutup Sukmawati.

 

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Adrofdita, menekankan peran krusial orang tua dalam menjaga perlindungan anak-anak.

Sebagai pendidik dan anggota keluarga, Adrofdita menganggap bahwa peluang terjadinya kejahatan semacam ini harus dihilangkan.

“Orang tua dan pendidik harus menghilangkan peluang terjadinya kejadian seperti ini,” kata politisi PKS ini, Kamis (21/9/2023).

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bontang harus mengintensifkan sosialisasi di sekolah-sekolah dan mendorong orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi keamanan anak-anak mereka.

“Kami merasa prihatin dengan insiden ini yang terjadi di Kota Bontang. Kami juga meminta pemerintah kota Bontang rajin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Ia juga menekankan orang tua mendampingi  anaknya mengikuti bimbel. Hal ini untuk memastikan peran aktif agar orang tua agar anak-anak terjaga dari kejadian seperti ini.

“Orang tua harus memastikan keamanan anak-anak mereka. Mereka harus memastikan tidak ada peluang terjadinya pelecehan seksual pada anaknya, dengan cara ya harus didampingi. Hindari one on one, misal anak perempuan dijari guru laki atau sebaliknya,” tandas Adrofdita.

Silakan Bekomentar
Adrofdita Komisi I DPRD Kota Bontang PKS Bontang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Anggota DPRD Bontang Suharno: Jadikan Isra Mi’raj Momentum Perbaikan Diri

Saeful Rizal: Isra Mi’raj Mengajarkan untuk Tidak Berputus Asa Menghadapi Kesulitan Hidup

Saeful Rizal: Guru, Pilar Peradaban dan Kunci Kemajuan Bangsa

Berita Terkini

Dishub Kutim Dorong Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan

Ajeng NadyaAjeng Nadya1 Mei 2026 Pemkab Kutim

Pekerja PT KED Gelar Donor Darah Bersama PMI

1 Mei 2026

DPRD Tarakan dan Samarinda Diskusi Pengelolaan Sampah, APBD, serta Skema Dana RT untuk Dorong Pembangunan Daerah Berkelanjutan

27 Apr 2026

Panen Jagung 20 Ton Bukti Kolaborasi Nyata Ponpes Segoro Agung-Kejari Mojokerto

20 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025

Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media

17 Mar 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.