Sangatta – Haru menyeruak seperti gelombang yang tak terbendung saat ratusan jamaah calon haji dilepas di Masjid Agung Al Faruq, Minggu (3/5/2026). Momentum ini menjadi penanda berakhirnya penantian panjang yang bagi sebagian jamaah telah berlangsung hingga belasan bahkan puluhan tahun.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang menyampaikan bahwa total jamaah tahun ini mencapai 176 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 170 jamaah reguler, 4 petugas kloter, serta 2 petugas haji daerah. Para jamaah diberangkatkan dari Sangatta menuju Embarkasi Balikpapan sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci pada [4 Mei 2026]. Rentang usia jamaah pun cukup beragam, mulai dari 25 tahun sebagai yang termuda hingga 70 tahun sebagai yang tertua.
“Alhamdulillah, meskipun di antara mereka ada yang dalam kondisi mungkin kurang sehat, semoga bisa berangkat dan tetap sehat selama di sana,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya kelancaran perjalanan sejak keberangkatan dari daerah hingga tiba di Arab Saudi. Pemerintah daerah, kata dia, telah berupaya memastikan seluruh proses berjalan tanpa hambatan, termasuk dukungan transportasi dan pengawalan.
“Insya Allah aman, tidak ada kekhawatiran terkait situasi di sana. Jamaah fokus saja beribadah,” tambahnya.
Selain itu, Ardiansyah juga mengingatkan jamaah agar menjaga niat serta kesabaran selama menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan agar jamaah menghindari perdebatan maupun tindakan yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. Menurutnya, keikhlasan menjadi kunci utama dalam meraih haji mabrur.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kutai Timur, Norhadi, menjelaskan bahwa seluruh persiapan teknis telah dilakukan secara maksimal. Fasilitas yang disediakan mencakup empat unit bus untuk jamaah, dua truk pengangkut bagasi, konsumsi selama perjalanan, hingga pengawalan dari aparat gabungan.
“Seluruh fasilitas sudah kami siapkan, termasuk empat unit bus untuk jamaah, dua truk untuk bagasi, konsumsi selama perjalanan, serta pengawalan dari berbagai instansi,” jelas Norhadi.
Ia menambahkan, keterlibatan lintas sektor seperti kepolisian, dinas perhubungan, Satpol PP, hingga dukungan ambulans dari dinas kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah selama perjalanan menuju embarkasi.
Di balik keberangkatan ini, panjangnya masa tunggu haji masih menjadi perhatian. Saat ini, estimasi waktu tunggu bagi calon jamaah baru bahkan bisa mencapai hingga 26 tahun, seiring tingginya minat masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Selain itu, kondisi cuaca di Arab Saudi yang diperkirakan cukup ekstrem dengan suhu tinggi turut menjadi perhatian. Jamaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik, mengatur pola istirahat, serta mematuhi arahan petugas selama menjalankan rangkaian ibadah.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, pemerintah daerah bersama masyarakat Kutai Timur berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur.
