Sangatta – Di tengah dominasi sektor ekstraktif, Kutai Timur menapaki arah baru pembangunan berbasis manusia. Pemerintah Kabupaten Kutim kini menjadikan pendidikan tinggi sebagai tumpuan utama dalam membangun daerah secara berkelanjutan melalui program beasiswa daerah yang menjangkau baik siswa maupun guru.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyatakan bahwa pendidikan tinggi adalah jalan strategis dalam menyiapkan masa depan daerah.
“Kutim sudah dua tahun berturut-turut mengirimkan 50 siswa terbaik ke universitas unggulan nasional. Ini bagian dari program beasiswa emas daerah,” ujarnya usai membuka acara pelatihan metode pembelajaran Ummi di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara, Senin (17/11/2025).
Tak hanya siswa, program ini juga mencakup pengembangan tenaga pendidik melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang bermitra dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Malang (UM).
“Tahun lalu 191 guru sudah lulus S1, dan tahun ini 300 lagi sedang menempuh kuliah. Semua dibiayai penuh oleh pemerintah,” ungkap Mulyono.
Dengan lebih dari 500 penerima manfaat sejauh ini, beasiswa daerah Kutim menjelma sebagai salah satu program pendidikan terbesar di Kalimantan Timur. Kebijakan ini sekaligus menandai pergeseran paradigma pembangunan dari bergantung pada sumber daya alam menuju investasi jangka panjang di sektor SDM.
“Kami ingin pendidikan menjadi tangga mobilitas sosial. Tidak boleh ada anak Kutim yang gagal kuliah hanya karena biaya,” tegas Mulyono.
Ia menambahkan, dampak program ini tidak hanya terbatas pada angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga pada peningkatan kualitas guru, penyerapan tenaga kerja, dan terciptanya generasi yang siap bersaing di dunia profesional dengan karakter dan kompetensi mumpuni.
“Kita ingin SDM Kutim tidak hanya kuat secara akademik, tapi juga memiliki karakter dan daya saing tinggi,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Pemkab Kutim menunjukkan bahwa pembangunan manusia bukan hanya visi, melainkan strategi nyata untuk membangun daerah dari dalam. Dengan SDM unggul dan terdidik, Kutai Timur optimis mampu berdiri mandiri dan memberi kontribusi besar bagi transformasi sosial dan ekonomi yang lebih inklusif. (ADV/AN/Diskominfo)
