Sangatta – Menjelang pergantian tahun, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi, melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai di instansi yang dipimpinnya. Langkah ini bertujuan memastikan semua pegawai yang berhalangan hadir, baik karena izin maupun sakit, memberikan laporan yang jelas kepada atasan mereka.
Dalam evaluasi tersebut, Junaidi menekankan pentingnya kejujuran dari para pegawai terkait kondisi mereka. Menurutnya, keterbukaan adalah kunci utama dalam menjaga hubungan kerja yang baik antara atasan dan bawahan.
“Pegawai harus jujur. Jika sakit, beri tahu apa sakitnya. Saya bisa bantu fasilitasi ke dokter langsung, memberikan obat, dan sebagainya. Semua itu akan menggunakan dana pribadi,” ujar Junaidi saat menyampaikan hasil evaluasi kinerja pegawainya.
Blusukan ke Rumah Staf sebagai Wujud Perhatian
Selain evaluasi, Junaidi juga melakukan kunjungan langsung atau blusukan ke rumah para pegawai DPPKB. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus membesuk staf yang sedang sakit. Junaidi menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan untuk menekan pegawai, tetapi sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral.
“Saya tak pernah memaksakan pegawai yang sakit untuk bekerja. Kami memahami bahwa di akhir tahun ini banyak kegiatan yang mengharuskan staf lembur. Namun, jika ada pegawai yang sakit, kami akan memastikan mereka mendapat pendampingan, baik melalui video call dengan dokter atau mengantar obat lewat kurir,” jelasnya.
Dalam kunjungan itu, Junaidi tidak sendiri. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat DPPKB, antara lain Ani Saidah (Kepala Bidang Ketahanan Kesejahteraan Keluarga), Herliana (Kepala Bidang Pengendalian Penduduk), PLT Kabid Penyuluh dan Penggerakan Oktama Mulyadi, serta beberapa staf lainnya. Kunjungan tersebut tidak hanya difokuskan untuk memeriksa kondisi fisik pegawai, tetapi juga untuk memberikan edukasi dan pembinaan terkait peningkatan kinerja.
Pengawasan dan Pendekatan Personal untuk Meningkatkan Disiplin
Junaidi juga menegaskan pentingnya pengawasan langsung terhadap pegawai, terutama mereka yang sering absen tanpa keterangan. Ia menginstruksikan para Kepala Bidang untuk bertanggung jawab langsung dalam mengawasi staf di bawah mereka.
“Setiap Kepala Bidang harus memastikan staf yang jarang masuk kantor atau tidak hadir dapat memberikan penjelasan. Kami ingin memastikan adanya tanggung jawab dari masing-masing pegawai sesuai dengan waktu kerja yang telah ditentukan,” tegas Junaidi.
Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, pendekatan jemput bola akan dilakukan. Para Kepala Bidang diwajibkan melakukan komunikasi langsung dengan pegawai yang tidak hadir, baik melalui telepon, pesan, maupun video call. Langkah ini dinilai sebagai upaya preventif untuk meminimalkan ketidakhadiran pegawai di masa mendatang.
Harapan Menuju Kinerja Lebih Baik di Tahun 2025
Kegiatan evaluasi dan blusukan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pembenahan di penghujung tahun 2024. Junaidi berharap pendekatan yang lebih personal ini dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai di tahun mendatang.
“Harapan kami, pembinaan dan silaturahmi ini dapat memperbaiki kinerja pegawai di DPPKB dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih solid dan produktif di tahun depan,” kata Junaidi.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan yang dilakukan bukan semata-mata untuk mengevaluasi kinerja, tetapi juga untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan harmonis. Menurutnya, suasana kerja yang baik dapat mendorong semangat kerja pegawai sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dukungan dan Fasilitas bagi Pegawai yang Membutuhkan
Salah satu poin penting yang disampaikan Junaidi adalah komitmen DPPKB dalam memberikan dukungan kepada pegawai yang menghadapi masalah kesehatan. Langkah konkret seperti memfasilitasi konsultasi dengan dokter atau mengirimkan obat melalui kurir merupakan bukti nyata dari perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan pegawai.
“Kami ingin memastikan setiap pegawai merasa dihargai dan didukung, terutama ketika mereka menghadapi situasi sulit seperti sakit,” ujarnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat membangun rasa kepercayaan antara pimpinan dan pegawai, sekaligus memperkuat solidaritas di lingkungan kerja.
Menatap Tahun Baru dengan Semangat Baru
Dengan berbagai langkah yang dilakukan di penghujung tahun ini, Junaidi optimis DPPKB Kutim dapat menyongsong tahun 2025 dengan semangat dan kinerja yang lebih baik. Ia berharap evaluasi dan pembinaan yang dilakukan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan DPPKB.
“Semoga di tahun depan, kita bisa bekerja lebih baik, lebih produktif, dan lebih solid sebagai tim,” tutupnya dengan optimisme.
