Samut Prakan – “Bisnis tanpa perencanaan keuangan ibarat kapal berlayar tanpa kompas,” ujar Muhammad Husain saat membuka pelatihan internasional yang digelar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Thai Global Business Administration Technological College (TGBC) Thailand, Selasa (29/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UNESA untuk memperkuat kompetensi wirausaha mahasiswa di kancah global.
Dipimpin oleh Muhammad Husain, S.Pd., M.M., pelatihan ini menghadirkan tim dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNESA yang berpengalaman, yakni Nunik Dwi Kusumawati, S.M., M.SM., Dr. Harlina Meidiaswati, S.E., M.Si., dan Muhammad Rizki Ramadhan, B.Bus., MITHM. Materi disusun secara aplikatif sesuai kebutuhan mahasiswa vokasi di era persaingan digital.
Fokus utama pelatihan adalah keterampilan manajemen keuangan dasar sebagai fondasi penyusunan business plan. Peserta belajar mengelola arus kas, merencanakan modal usaha, mencatat transaksi keuangan, hingga membuat proyeksi pendapatan dan pengeluaran. Semua disampaikan melalui studi kasus, simulasi, dan diskusi kelompok agar mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi transfer ilmu, tetapi juga membangun jejaring lintas negara yang bermanfaat untuk masa depan mahasiswa,” kata Muhammad Husain. Ia menegaskan, program ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong pembelajaran kolaboratif dan kontekstual.
Mahasiswa TGBC menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya, mempresentasikan rencana keuangan, dan mengembangkan ide bisnis kreatif. Beberapa bahkan menyatakan minat untuk menjalin kolaborasi riset dan pengembangan bisnis bersama UNESA.
Bagi UNESA, pelatihan ini bukan hanya wujud pengabdian, melainkan juga investasi jangka panjang untuk membangun hubungan akademik yang erat dengan mitra di Asia Tenggara. Dengan bekal pemahaman keuangan yang solid, mahasiswa diharapkan mampu bersaing di pasar global dan menjalankan usaha yang sehat secara finansial.
