Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Antrean Menyusut, Warga Kutai Timur Mulai Beralih ke Pembayaran Air Digital

15 Apr 2026

Perumdam Kutim Alihkan Pembayaran Air ke Digital

14 Apr 2026

Mega Pujianti Dorong Kewenangan Daerah dan Penambahan Rute Penerbangan Perintis di Kutai Timur

9 Apr 2026
1 2 3 … 903 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026

    Marsidik Ogah Hanura Kaltim Jalan di Tempat: “Kita Harus Signifikan!”

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024

    Enggan Puasa Ramadhan

    13 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Pjs Bupati Kukuhkan TPAKD Kutai Timur untuk Percepatan Inklusi Keuangan

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya22 Okt 2024722
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Penjabat Pelaksana (Pjs) Bupati Kutai Timur, Agus Hari Kesuma
Penjabat Pelaksana (Pjs) Bupati Kutai Timur, Agus Hari Kesuma
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Penjabat Pelaksana (Pjs) Bupati Kutai Timur, Agus Hari Kesuma, secara resmi mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kutai Timur, Selasa (22/10/2024). Acara yang berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, perwakilan lembaga keuangan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Agus Hari Kesuma menyebut pengukuhan TPAKD sebagai langkah strategis untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah.

“Akses keuangan yang luas dan merata merupakan kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya TPAKD, kita dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan guna menciptakan inovasi yang memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan,” ujar Agus.

Potensi Ekonomi Kutim dan Tantangan Akses Keuangan

Agus menyoroti potensi ekonomi Kutim yang besar di sektor pertanian, perikanan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan pariwisata. Namun, ia mengakui bahwa potensi ini belum tergarap secara optimal akibat keterbatasan akses keuangan di beberapa wilayah, khususnya di daerah terpencil.

“TPAKD harus menjadi motor penggerak inklusi keuangan, terutama di desa-desa yang jauh dari jangkauan layanan formal. Masyarakat di pelosok pun harus bisa merasakan manfaat nyata dari layanan keuangan yang terjangkau,” katanya.

Selain itu, Agus menekankan pentingnya literasi keuangan. Ia menilai peningkatan akses keuangan harus diimbangi dengan edukasi masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan agar dapat dimanfaatkan secara bijak.

“TPAKD juga akan berperan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Dengan pemahaman yang baik, mereka bisa lebih percaya diri dalam mengakses modal dan layanan keuangan lainnya,” tambah Agus.

Agus mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembentukan TPAKD dan mengajak semua pihak untuk bersinergi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.

TPAKD sebagai Forum Strategis Inklusi Keuangan

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara, Parjiman, yang turut hadir dalam acara ini, menjelaskan bahwa TPAKD merupakan forum koordinasi yang dirancang untuk memfasilitasi pemerataan akses keuangan di daerah.

“TPAKD bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejak inisiasinya pada 2016, forum ini telah menjadi instrumen penting dalam memperluas akses keuangan di berbagai wilayah di Indonesia,” ungkap Parjiman.

Parjiman memaparkan bahwa pembentukan TPAKD berawal dari arahan Presiden RI yang diteruskan oleh Kementerian Dalam Negeri. Pada 2020, Presiden kembali menekankan pentingnya percepatan akses keuangan sebagai salah satu upaya mendukung ekonomi daerah.

Di Kalimantan Timur, sejumlah program berbasis inklusi keuangan telah terbukti sukses, seperti Kredit Melawan Rentenir (KPMR) di Kutai Kartanegara dan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kalimantan Utara. Parjiman berharap Kutim dapat mengadaptasi program-program serupa yang sesuai dengan karakteristik daerah.

“Dengan potensi ekonomi yang dimiliki Kutim, TPAKD diharapkan mampu menghadirkan solusi keuangan yang inovatif dan mendukung pertumbuhan sektor unggulan seperti UMKM dan pertanian,” tambah Parjiman.

Dukungan untuk Pengembangan Ekonomi Lokal

Sebelumnya, panitia pelaksana, Vita Nurhasanah, menyampaikan bahwa pembentukan TPAKD Kutim adalah tindak lanjut dari Radiogram Menteri Dalam Negeri pada 2016. Ia menjelaskan bahwa TPAKD memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan dan mendukung pengembangan sektor prioritas di daerah.

“TPAKD tidak hanya bertujuan membuka akses keuangan lebih luas bagi masyarakat, tetapi juga menggali potensi ekonomi daerah melalui inovasi dan terobosan baru,” ujar Vita.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa TPAKD akan membangun aliansi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan inklusi keuangan yang merata.

“Kami optimis, melalui sinergi yang kuat, Kutim akan semakin maju dalam hal inklusi keuangan, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat yang lebih luas dari layanan keuangan formal,” tutup Vita.

Program Inklusi Keuangan yang Diharapkan

Dengan terbentuknya TPAKD, pemerintah Kabupaten Kutim diharapkan mampu meluncurkan program-program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal. Program seperti akses pembiayaan untuk pelaku UMKM, literasi keuangan berbasis komunitas, serta inisiatif keuangan digital untuk wilayah terpencil menjadi beberapa hal yang dinilai krusial.

“Kami berharap keberadaan TPAKD mampu mendorong inklusi keuangan yang nyata, tidak hanya di kota tetapi juga di desa-desa. Potensi ekonomi lokal harus dioptimalkan melalui pendekatan berbasis komunitas,” ujar Agus dalam penutup sambutannya.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Antrean Menyusut, Warga Kutai Timur Mulai Beralih ke Pembayaran Air Digital

Perumdam Kutim Alihkan Pembayaran Air ke Digital

Mega Pujianti Dorong Kewenangan Daerah dan Penambahan Rute Penerbangan Perintis di Kutai Timur

Berita Terkini

Antrean Menyusut, Warga Kutai Timur Mulai Beralih ke Pembayaran Air Digital

Ajeng NadyaAjeng Nadya15 Apr 2026 Pemkab Kutim

Perumdam Kutim Alihkan Pembayaran Air ke Digital

14 Apr 2026

Mega Pujianti Dorong Kewenangan Daerah dan Penambahan Rute Penerbangan Perintis di Kutai Timur

9 Apr 2026

Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

8 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025

Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media

17 Mar 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.