Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Perumdam Kutim Alihkan Pembayaran Air ke Digital

14 Apr 2026

Mega Pujianti Dorong Kewenangan Daerah dan Penambahan Rute Penerbangan Perintis di Kutai Timur

9 Apr 2026

Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

8 Apr 2026
1 2 3 … 902 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026

    Marsidik Ogah Hanura Kaltim Jalan di Tempat: “Kita Harus Signifikan!”

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024

    Enggan Puasa Ramadhan

    13 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Gas Air Mata Mengenai Siswa Sekolah, Alek PKS Minta Polri Tanggung Jawab dan Evaluasi Aparat

Nasional Ajeng NadyaAjeng Nadya10 Sep 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Netty Prasetiyani, Anggota DPR RI Fraksi PKS
Netty Prasetiyani, Anggota DPR RI Fraksi PKS
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Batam – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani mendesak Kapolri untuk bertanggung jawab atas manajemen penggunaan gas air mata yang mengenai siswa sekolah saat mengamankan unjuk rasa warga di Pulau Rempang, Batam. Kejadian ini mengundang perhatian nasional dan memunculkan keprihatinan terhadap tindakan aparat keamanan.

“Kapolri harus bertanggung jawab dan tegas mengevaluasi manajemen penggunaan gas air mata oleh aparat dalam menangani unjuk rasa. Apakah SOP penggunaannya tidak mempertimbangkan keberadaan anak-anak dan lingkungan sekolah? Kenapa aparat bisa sembrono begitu hingga asapnya mengenai siswa-siswa sekolah,” ungkap Netty Prasetiyani, Jum’at (8/9/2023).

Video yang beredar di media sosial menggambarkan sebuah sekolah yang dipenuhi asap gas air mata, dengan siswa-siswa yang menangis ketakutan akibat bentrokan antara warga dan aparat pada Kamis, 7 September 2023, di Pulau Rempang, Batam.

“Tidak hanya itu, bahkan belasan murid SMP Negeri 22 Tanjung Kertang, Rempang, pingsan dan lemas terkena gas air mata yang ditembakkan kepolisian saat bentrokan,” terangnya.

Dalam konteks kesehatan, penggunaan gas air mata pada anak dapat berdampak serius. Netty mengutip penjelasan ahli kesehatan yang menyebutkan bahwa dampak gas udara mata termasuk iritasi kimia pada mata, sulit membuka mata, nyeri superfisial, reaksi alergi dermatitis kontak pada mata, dan pandangan kabur.

PSN Jangan Rugikan Masyarakat

Selain permasalahan penggunaan gas air mata, Netty juga mengingatkan pemerintah agar proses pembangunan proyek strategis nasional tidak merugikan masyarakat.

“Strategi proyek harus memberi dampak pada kesejahteraan rakyat. sampai pembangunannya justru mengorbankan masyarakat, lembaga pendidikan, dan anak-anak di Batam. Generasi masa depan bangsa yang sehat dan berpendidikan jauh lebih penting dari proyek tersebut,” tandasnya.

Tanggapan Polri

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengakui bahwa kepolisian telah menggunakan gas air mata dalam upaya penertiban. Namun, dia menegaskan bahwa kabar tentang siswa yang pingsan dan bayi yang meninggal adalah tidak benar. Menurutnya, yang sebenarnya terjadi adalah gangguan penglihatan sementara akibat semprotan gas air mata dan efek angin.

“Jadi itu tidak benar ada siswa pingsan. Kemudian ada info bayi meninggal tidak benar, kita sudah lakukan pengecekan itu tidak benar, yang ada tindakan aparat kepolisian dengan menyemprotkan gas air mata, ketiup angin sehingga terjadi gangguan penglihatan untuk sementara,” kata Ramadhan dalam konferensi pers di Bareskrim, Jumat (8/9/2023).

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Judul:Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

Rakernas PJS Tetapkan Tiga Pedoman Strategis Organisasi

Kodim 0909 Kutim Torehkan Prestasi Nasional Kampung Pancasila

Berita Terkini

Perumdam Kutim Alihkan Pembayaran Air ke Digital

Ajeng NadyaAjeng Nadya14 Apr 2026 Pemkab Kutim

Mega Pujianti Dorong Kewenangan Daerah dan Penambahan Rute Penerbangan Perintis di Kutai Timur

9 Apr 2026

Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

8 Apr 2026

Verifikasi Dapodik Rampung, Kemendikdasmen Bidik Guru S1/D4 yang Belum Ikut PPG Guru Tertentu

8 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025

Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media

17 Mar 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.