Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Wagub Kaltim Urai Detail Anggaran Rumah Dinas

2 Apr 2026

Dishub Kutim Tandai Median Jalan Soekarno-Hatta

2 Apr 2026

Panen Jagung Manis Jadi Simbol Sinergi Ponpes Segoro Agung dan Kejari Mojokerto Dukung Ketahanan Pangan

26 Mar 2026
1 2 3 … 901 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026

    Marsidik Ogah Hanura Kaltim Jalan di Tempat: “Kita Harus Signifikan!”

    27 Jan 2026

    Ketua PKS Kutim Ajak Kader Munajat Tutup Tahun

    2 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024

    Enggan Puasa Ramadhan

    13 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

DPPKB Kutim Gencarkan Penurunan Stunting di Busang

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya16 Jan 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPPKB Kutim Gencarkan Pelatihan TPK untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Long Mesangat
DPPKB Kutim Gencarkan Pelatihan TPK untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Busang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Busang – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), melaksanakan kunjungan kerja lapangan (KKL) bertajuk “Jemput Bola Stop Stunting” di Desa Long Lees, Kecamatan Busang, pada Rabu (15/1/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kutim, terutama di daerah-daerah terpencil.

Sekretaris TPPS Kutim yang juga menjabat sebagai Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Plt Sekretaris DPPKB Kutim BB Partomuan, Teknikal Asisten Satgas TPPS Kutim Hendry Casanova, Kabid Pengendalian Penduduk (Dalduk) DPPKB Kutim Herliana, Ketua BAZNAS Kutim Masnip Sofwan, Plt Camat Busang Laden Sibarani, serta tim lintas perangkat daerah (PD) terkait.

Kunjungan ke Keluarga Berisiko Stunting (KRS)

Salah satu agenda utama kunjungan ini adalah mendatangi keluarga berisiko stunting (KRS) di lokasi fokus (lokus). Tim TPPS mengunjungi rumah Khairani, seorang ibu dengan anak perempuan bernama Nadhifa yang berusia tiga tahun. Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur tinggi dan berat badan anak untuk mengetahui status gizinya.

Selain pemeriksaan fisik, tim juga memberikan bantuan berupa bahan makanan bergizi seperti susu, telur, dan buah-buahan, serta memberikan edukasi parenting yang difasilitasi oleh psikolog. Edukasi ini meliputi pentingnya asupan nutrisi seimbang, pola asuh yang baik, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat.

“Kami ingin memastikan bahwa data keluarga berisiko stunting yang telah diinput benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Achmad Junaidi.

Ia menambahkan, meskipun anak-anak yang diperiksa di lokus kunjungan tidak menunjukkan kondisi gizi buruk atau tanda-tanda stunting yang signifikan, langkah edukasi tetap diperlukan. “Pencegahan adalah kunci utama agar anak-anak tidak berisiko terkena stunting di masa mendatang,” ujarnya.

Sinergi Perangkat Daerah untuk Percepatan Stunting

Dalam kunjungan ini, Achmad Junaidi menekankan pentingnya sinergi antara perangkat daerah (OPD) dalam menangani permasalahan stunting. Setiap perangkat daerah diharapkan memahami peran masing-masing dan berkontribusi dalam program percepatan penurunan stunting.

“Kami melibatkan berbagai perangkat daerah dalam kegiatan ini agar mereka memahami bagaimana program ini berkaitan dengan tugas masing-masing,” jelasnya.

Sebagai contoh, BAZNAS Kutim mendukung program ini dengan inisiatif rehabilitasi rumah layak huni untuk keluarga berisiko stunting. Sementara itu, DPPKB bertanggung jawab dalam memberikan edukasi langsung kepada keluarga terkait pola asuh dan gizi.

Achmad juga meminta para camat dan kepala desa untuk berperan aktif dalam mendampingi keluarga berisiko stunting di wilayah masing-masing. “Minimal, setiap wilayah harus memiliki satu keluarga binaan untuk dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya,” katanya.

Target Jangka Panjang Penurunan Stunting

Achmad Junaidi mengungkapkan bahwa program “Jemput Bola Stop Stunting” merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah Kabupaten Kutim untuk menurunkan angka stunting secara signifikan. Ia berharap BAZNAS dapat membantu menangani setidaknya 10 keluarga berisiko stunting per kecamatan dari total 18 kecamatan yang ada di Kutim.

“Jika setiap kecamatan mampu menangani 10 keluarga saja, maka kita sudah bisa membantu ratusan keluarga dalam setahun. Ini adalah langkah strategis yang harus dilakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Evaluasi Faktor Pendukung Penurunan Stunting

Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk mengevaluasi berbagai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan keluarga. Aspek-aspek seperti akses air bersih, sanitasi, dan pola hidup sehat menjadi perhatian utama tim TPPS.

“Meskipun listrik bukan faktor langsung yang memengaruhi stunting, pola asuh, edukasi keluarga, dan akses layanan kesehatan adalah hal-hal yang sangat berpengaruh,” kata Achmad.

Ia menegaskan bahwa akses air bersih dan lingkungan sanitasi yang memadai harus menjadi prioritas untuk mendukung kesehatan keluarga. “Ketika lingkungan mendukung, risiko stunting akan jauh lebih kecil,” tambahnya.

Komitmen Mendekatkan Layanan ke Masyarakat

Dengan program jemput bola ini, DPPKB Kutim menunjukkan komitmennya untuk mendekatkan layanan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil seperti Busang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan akses layanan dasar.

“Kami ingin masyarakat di desa-desa terpencil merasa diperhatikan dan memiliki akses yang sama terhadap program kesehatan,” ujar Achmad.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari komitmen Kutim untuk mendukung target nasional penurunan angka stunting.

Capaian dan Harapan

Sejak diluncurkannya program “Jemput Bola Stop Stunting,” Kutim telah mencatat kemajuan signifikan dalam upaya menekan angka stunting. Menurut data DPPKB, angka stunting di Kutim telah turun dari 16,5 persen pada tahun sebelumnya menjadi 14 persen di tahun 2025.

Achmad optimistis bahwa angka ini dapat turun lebih jauh dengan program yang lebih terstruktur dan kolaborasi lintas sektor yang lebih erat. “Kami menargetkan angka stunting bisa turun hingga di bawah 12 persen pada akhir tahun ini,” ujarnya penuh keyakinan.

Kesimpulan: Generasi Bebas Stunting untuk Masa Depan

Melalui kunjungan kerja lapangan seperti ini, DPPKB Kutim berharap dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan bebas dari ancaman stunting. Langkah ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain dalam mengimplementasikan program percepatan penurunan stunting.

“Kami tidak hanya fokus pada angka statistik, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin Kutim dapat menjadi daerah percontohan dalam program penurunan stunting di Indonesia,” pungkas Achmad Junaidi.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak langsung bagi masyarakat di Long Lees, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kutim. Program “Jemput Bola Stop Stunting” pun menjadi bukti nyata bahwa pendekatan proaktif mampu membawa perubahan positif, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Silakan Bekomentar
Berita pemkab Kutim Kabar Kutim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Dishub Kutim Tandai Median Jalan Soekarno-Hatta

Dishub Kutim Gelar Ramcheck Jelang Arus Mudik Lebaran

Anggaran Ambulans Rp9 Miliar di Kutim Dipastikan Bukan untuk Satu Unit, Pemkab Tegaskan Isu Medsos Keliru

Berita Terkini

Wagub Kaltim Urai Detail Anggaran Rumah Dinas

BaehakiBaehaki2 Apr 2026 Pemprov Kaltim

Dishub Kutim Tandai Median Jalan Soekarno-Hatta

2 Apr 2026

Panen Jagung Manis Jadi Simbol Sinergi Ponpes Segoro Agung dan Kejari Mojokerto Dukung Ketahanan Pangan

26 Mar 2026

GEMAH Kutim Bagikan Takjil di Simpang Padat Sangatta Perkuat Kepedulian Sosial Ramadan

19 Mar 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025

Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media

17 Mar 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.