Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Antrean Menyusut, Warga Kutai Timur Mulai Beralih ke Pembayaran Air Digital

15 Apr 2026

Perumdam Kutim Alihkan Pembayaran Air ke Digital

14 Apr 2026

Mega Pujianti Dorong Kewenangan Daerah dan Penambahan Rute Penerbangan Perintis di Kutai Timur

9 Apr 2026
1 2 3 … 903 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026

    Marsidik Ogah Hanura Kaltim Jalan di Tempat: “Kita Harus Signifikan!”

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024

    Enggan Puasa Ramadhan

    13 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Batu Ampar Tekan Stunting Jadi 17 Kasus

Pemkab Kutim Ajeng NadyaAjeng Nadya18 Feb 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Camat Batu Ampar, Akhmadsyah
Camat Batu Ampar, Akhmadsyah
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sangatta – Perlahan namun pasti, grafik stunting di Kecamatan Batu Ampar menunjukkan tren menurun. Dari 29 kasus pada November, angka itu susut menjadi 17 kasus pada Desember 2025. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa strategi jemput bola dan validasi data yang ketat mulai membuahkan hasil nyata.

Camat Batu Ampar, Akhmadsyah, menyampaikan capaian tersebut dalam Podcast Bangga Kencana bertema Peran TPPS Kecamatan Mendukung Layanan Cap Jempol Stop Stunting di Kutai Timur yang digelar di Ruang Multimedia Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Kutai Timur, Rabu (18/2/2025). Forum diskusi itu menjadi ruang evaluasi sekaligus berbagi praktik baik percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan.

Berdasarkan data, terdapat 281 keluarga berisiko stunting di Batu Ampar. Kondisi ini mendorong Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan untuk melakukan langkah sistematis dengan pendekatan berbasis by name by address. Melalui metode tersebut, setiap keluarga dan anak yang terdata dipastikan keberadaannya serta kondisi terkini di lapangan.

“Setiap data yang kami terima harus diverifikasi kembali. Bisa saja data itu belum terbarui atau kondisi di lapangan sudah berubah,” tegas Akhmadsyah.

Ia menjelaskan, proses verifikasi dilakukan bersama kepala desa dan unsur terkait dengan turun langsung ke lapangan. Pendekatan ini dinilai penting agar intervensi tidak hanya berbasis angka di atas kertas, melainkan sesuai kondisi riil masyarakat. Setelah data dinyatakan valid, langkah intervensi segera dilakukan tanpa menunggu waktu lama.

Sejumlah program dijalankan secara terintegrasi, mulai dari pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak stunting, edukasi gizi kepada orang tua, hingga penguatan koordinasi lintas sektor untuk intervensi spesifik dan sensitif. Aspek yang disentuh tidak hanya soal asupan makanan, tetapi juga sanitasi lingkungan, pola asuh, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Akhmadsyah menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif atau laporan capaian semata. Menurutnya, dampak stunting sangat panjang karena menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Begitu data valid, harus langsung kita intervensi. Jangan sampai dibiarkan karena dampaknya panjang bagi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan hari ini menjadi fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045. Generasi yang sehat dan berkualitas, kata dia, tidak lahir secara instan, melainkan melalui kerja konsisten sejak sekarang.

“Kalau kita tidak bekerja sekarang, sulit mencapai target itu. Hasil kerja hari ini akan terlihat di masa depan,” pungkasnya.

Penurunan dari 29 menjadi 17 kasus dalam satu bulan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat dapat menghasilkan perubahan signifikan. Tantangan memang masih ada dengan ratusan keluarga berisiko stunting, namun optimisme terus dijaga melalui kerja nyata dan intervensi terukur.

Dengan strategi validasi data dan respons cepat, Batu Ampar menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka stunting secara berkelanjutan demi masa depan generasi Kutai Timur yang lebih sehat dan berdaya saing.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Antrean Menyusut, Warga Kutai Timur Mulai Beralih ke Pembayaran Air Digital

Perumdam Kutim Alihkan Pembayaran Air ke Digital

Mega Pujianti Dorong Kewenangan Daerah dan Penambahan Rute Penerbangan Perintis di Kutai Timur

Berita Terkini

Antrean Menyusut, Warga Kutai Timur Mulai Beralih ke Pembayaran Air Digital

Ajeng NadyaAjeng Nadya15 Apr 2026 Pemkab Kutim

Perumdam Kutim Alihkan Pembayaran Air ke Digital

14 Apr 2026

Mega Pujianti Dorong Kewenangan Daerah dan Penambahan Rute Penerbangan Perintis di Kutai Timur

9 Apr 2026

Menanam Keselamatan Sejak Bangku Sekolah: Jejak PAMA Safe School di Kutai Timur

8 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025

Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media

17 Mar 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.