Bontang – Di tengah keberagaman yang menjadi warna kehidupan, harmoni kembali dirajut melalui perayaan penuh syukur dan kebersamaan. Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai toleransi saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-45 Gereja Toraja Jemaat Kanaan Bontang Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di halaman gereja kawasan Bontang Barat ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Turut hadir Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Pendeta Yunus Killi, Ketua Evangelism Explosion Indonesia Lukas Budiono Tandadjaja, Ketua BKAG Kota Bontang Tobok Mangasi Sitiniak, serta panitia dan jemaat yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menekankan pentingnya menjaga nilai kasih, persaudaraan, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, keberagaman yang ada di Kota Bontang merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama demi terciptanya kedamaian dan stabilitas sosial.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen membangun kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga aspek spiritual dan emosional.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kehidupan beragama, Pemerintah Kota Bontang memberikan insentif sebesar Rp2 juta kepada para pemuka agama, termasuk pendeta dan pastor. Kebijakan ini diharapkan mampu mendukung peran tokoh agama dalam membina umat serta menjaga keharmonisan sosial.
Di sektor pendidikan, pemerintah tetap mempertahankan alokasi anggaran sebesar 20 persen meskipun menghadapi penurunan APBD. Selain itu, insentif bagi guru swasta juga ditingkatkan sebagai langkah konkret dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur dan penanganan dampak bencana juga menjadi perhatian utama pemerintah. Perbaikan jalan serta fasilitas publik terus dilakukan secara bertahap, termasuk respons terhadap kejadian longsor akibat intensitas hujan yang tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut mengapresiasi masyarakat Kanaan yang berhasil menjaga keamanan lingkungan. Selama satu dekade terakhir, wilayah tersebut tercatat bebas dari tindak kriminalitas, menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara warga dan aparat dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Perayaan HUT ke-45 ini tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga momentum mempererat persatuan serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Nilai-nilai kebersamaan yang terbangun diharapkan terus menjadi fondasi dalam mendukung pembangunan Kota Bontang yang harmonis dan berkelanjutan.
