Bontang – Di tengah tantangan fiskal yang kian menekan, pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bontang menjadi simbol harapan baru bagi arah pelayanan publik. Sebanyak 145 pejabat resmi dilantik dan diambil sumpahnya dalam sebuah seremoni yang sarat pesan integritas dan inovasi, Selasa pagi (21/4/2026).
Pelantikan yang digelar di Auditorium 3 Dimensi, Jalan Awang Long ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Wakil Wali Kota Agus Haris. Hadir pula Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, Pj Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, perwakilan Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah.
Pelantikan ini merujuk pada Keputusan Wali Kota Nomor 800.1.3/733/BKPSDM/2026 dan Nomor 800.1.3.3/736–744/BKPSD/2026. Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 52 merupakan pejabat administrator, 84 pejabat pengawas, dan 9 pejabat fungsional. Langkah ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan struktur birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab besar. Ia menekankan pentingnya integritas, karakter, serta kontribusi nyata dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Lelah boleh, menyerah jangan. Bangun kolaborasi dan ciptakan inovasi dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi keuangan daerah yang tengah menghadapi tekanan, sehingga seluruh aparatur sipil negara dituntut untuk bekerja lebih efisien dan kreatif tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, inovasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran.
Selain itu, Wali Kota juga mengarahkan fokus kerja pada sejumlah isu strategis, seperti penanggulangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, percepatan penanganan stunting, pembangunan infrastruktur, serta penguatan kesetaraan gender. Tidak kalah penting, perhatian juga diberikan pada isu lingkungan dan perubahan iklim yang semakin relevan dalam pembangunan daerah.
ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bontang turut diminta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memangkas birokrasi yang berbelit, serta mengoptimalkan pemanfaatan sistem perizinan berbasis digital seperti Online Single Submission (OSS). Hal ini diharapkan mampu mendorong kemudahan investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, yang ditandai dengan dilantiknya enam lurah perempuan sebagai simbol meningkatnya peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Dengan pelantikan ini, Pemerintah Kota Bontang berharap tercipta birokrasi yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah dinamika tantangan zaman.
