Samarinda – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Kepala Sekolah dan Guru dari tujuh sekolah untuk menerapkan konsep Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Kegiatan ini berlangsung pada Senin (28/10/2024) di Hotel Aston Samarinda dan diikuti oleh kepala sekolah serta guru dari SMP dan SD di Kecamatan Sangatta Utara. Tujuh sekolah yang mengikuti Bimtek ini adalah SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SDN 01, SDN 02, dan SDN 05.

Bimtek ini dibuka oleh Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B., yang menyampaikan pentingnya implementasi SSK dalam pembelajaran. Menurutnya, program SSK bukanlah sekadar tambahan, melainkan menjadi pengayaan materi yang relevan dengan kurikulum, sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya kependudukan tanpa mengganggu materi utama yang sudah ada. “Materi SSK sifatnya hanya akan memperkaya referensi bagi guru dan siswa, sehingga pembelajaran tidak monoton. Dengan adanya materi ini, anak-anak tidak merasa jenuh dalam belajar,” ujar Junaidi di hadapan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Hj Herliana, narasumber, dan para peserta Bimtek.

Sekolah Siaga Kependudukan: Pendidikan Integratif di Lingkungan Sekolah

SSK adalah konsep yang dikembangkan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang kependudukan dan keluarga berencana bagi siswa melalui lingkungan sekolah. Sebelumnya, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana DPPKB Kutim, Khasanah, menjelaskan bahwa SSK bertujuan agar pendidikan kependudukan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan sekolah, menjadikannya sebagai bagian dari pengetahuan dasar siswa. SSK menyediakan “pojok kependudukan” sebagai sumber belajar tambahan yang memungkinkan peserta didik memahami isu-isu kependudukan dan keluarga berencana.

Menurut Khasanah, melalui sekolah siaga kependudukan, siswa dapat memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai aspek-aspek kependudukan, seperti dinamika pertumbuhan penduduk, manajemen keluarga, dan pembangunan berkelanjutan. “Bimtek ini berlangsung selama dua hari, dari Senin (28/10/2024) hingga Selasa (29/10/2024). Narasumber berasal dari Disdik Samarinda, BKKBN Kaltim, dan Kepala SMP 35 Samarinda. Peserta berasal dari tujuh sekolah dengan satu kepala sekolah dan dua guru perwakilan dari masing-masing sekolah,” terangnya.

Pemantauan dan Apresiasi untuk Sekolah yang Berhasil

Junaidi menekankan bahwa DPPKB Kutim akan secara aktif melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program SSK di sekolah-sekolah. Ia bahkan berencana untuk melakukan kunjungan langsung ke sekolah untuk melihat sejauh mana SSK diimplementasikan. Program ini diharapkan mampu memberi apresiasi bagi sekolah yang berhasil menerapkan SSK dengan baik, terutama saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Penghargaan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk turut menerapkan SSK secara optimal.

“Berikan pemahaman yang betul-betul kepada anak-anak kita di sekolah tentang pentingnya SSK,” tegas Junaidi. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta Bimtek untuk belajar dari fasilitas dan metode pembelajaran yang sudah diterapkan di SMPN 35 Samarinda. Menurutnya, pemahaman mengenai metode pengajaran yang efektif dan fasilitas pendukung sangat penting agar dapat diterapkan di sekolah masing-masing, sehingga tercipta lingkungan belajar yang optimal bagi siswa.

Fokus pada Pendidikan Keluarga Berencana dan Kependudukan

SSK bertujuan untuk memberikan kemudahan akses informasi bagi siswa agar mereka memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan dan keluarga berencana. Materi yang disusun dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) khusus juga akan memperkenalkan siswa pada konsep-konsep dasar kependudukan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Junaidi meyakini bahwa dengan memasukkan unsur-unsur ini ke dalam kurikulum, siswa dapat memahami pentingnya perencanaan keluarga, pengelolaan sumber daya, dan dampak pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan.

Lebih jauh, Khasanah menyampaikan bahwa program SSK adalah langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang sadar kependudukan sejak dini. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya memahami pentingnya keluarga berencana tetapi juga memahami dampaknya terhadap pembangunan bangsa. “Dengan adanya program ini, siswa diharapkan bisa memahami dampak dari isu kependudukan dan mampu membawa pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tambah Khasanah.

Harapan bagi Pengintegrasian Kependudukan dalam Pembelajaran

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, DPPKB Kutim berharap agar para guru yang terlibat dapat mengintegrasikan isu-isu kependudukan ke dalam materi ajar. Achmad Junaidi menyampaikan bahwa pendidikan kependudukan bukanlah sekadar materi tambahan, tetapi bagian integral yang dapat membantu siswa memahami lingkungan sosial mereka dan berkontribusi pada pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Menurut Junaidi, SSK dapat menjadi sarana yang efektif dalam memperkenalkan pendidikan kependudukan di kalangan siswa, mengingat besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia terkait pertumbuhan penduduk. Diharapkan pula, program ini akan mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan urbanisasi yang dipengaruhi oleh dinamika kependudukan.

Komitmen DPPKB Kutim dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Achmad Junaidi mengungkapkan komitmen DPPKB Kutim untuk terus mendukung pendidikan yang berkualitas, khususnya terkait dengan pengenalan kependudukan di kalangan siswa. Langkah ini merupakan upaya DPPKB untuk turut mencetak generasi yang memiliki pemahaman kritis tentang kependudukan sejak dini, sehingga nantinya mereka dapat memberikan kontribusi positif dalam masyarakat.

“Semoga setelah kegiatan ini, para guru dapat menyusun materi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum dan memuat isu-isu kependudukan yang penting. Siswa pun diharapkan bisa semakin paham mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap kehidupan mereka dan mampu menjadi generasi yang lebih peduli,” harap Junaidi.

Menyiapkan Generasi Sejahtera Melalui Sekolah Siaga Kependudukan

Dengan penerapan Sekolah Siaga Kependudukan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui DPPKB menunjukkan langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda yang memahami peran mereka dalam menjaga keseimbangan kependudukan. Harapannya, SSK akan menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan yang tidak hanya mengedepankan pengetahuan akademik tetapi juga kesadaran sosial dan lingkungan.

Melalui kegiatan Bimtek ini, DPPKB Kutim tidak hanya memberikan panduan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kependudukan yang akan berdampak pada kesejahteraan generasi mendatang. Kepala Sekolah dan guru diharapkan bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah mereka masing-masing, sehingga mampu membawa siswa menjadi individu yang lebih peduli, cerdas, dan bertanggung jawab terhadap masa depan mereka.

Dengan berakhirnya Bimtek pada hari Selasa (29/10/2024), DPPKB Kutim menantikan hasil dari integrasi program ini di tujuh sekolah yang menjadi percontohan. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kependudukan dapat dimulai dari level dasar, sehingga tercipta generasi yang sadar kependudukan, sejahtera, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version