Kutim – Pengelolaan anggaran desa diibaratkan seperti kompas pembangunan; tanpa arah yang jelas, setiap langkah berisiko melenceng. Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara kini mempertegas arah tersebut melalui kegiatan monitoring Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeusdes), dengan fokus pada Desa Singa Gembara sebagai salah satu titik perhatian.
Monitoring penggunaan dana Bankeusdes Tahun 2025 dilaksanakan sejak akhir April hingga awal Mei 2026, menyasar tiga desa, yakni Sangatta Utara, Singa Gembara, dan Swarga Bara. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Bupati Kutai Timur Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur penyaluran bantuan keuangan khusus desa. Tujuan pengawasan ini untuk memastikan tata kelola administrasi berjalan tertib, pelaksanaan kegiatan sesuai rencana, serta anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.
“Monitoring ini penting agar penggunaan dana desa benar-benar sesuai aturan dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sekretaris Kecamatan Sangatta Utara, Muhammad Yunus, saat kegiatan berlangsung pada Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah peningkatan jalan di Jalan Gemini RT 21 Desa Singa Gembara. Infrastruktur tersebut sebelumnya kerap terdampak banjir dan menghambat aktivitas warga. Kini, proyek tersebut dinilai sebagai contoh konkret pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ini sudah dirancang sesuai perencanaan dan kami monitor langsung. Harapannya, masyarakat bisa melihat transparansi ini secara terbuka melalui papan informasi kegiatan,” tambahnya.
Respons masyarakat terhadap pembangunan tersebut terbilang positif. Perbaikan jalan yang sebelumnya sering tergenang air kini mulai memberikan kenyamanan bagi warga yang melintas setiap hari.
“Kemarin itu banjir parah, sekarang sudah mulai diperbaiki. Orang-orang bilang ini mantap karena akhirnya ada perbaikan,” ungkap kepala dusun setempat.

Di sisi lain, Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, menjadi figur penting dalam pelaksanaan program Bankeusdes di wilayahnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur serta pihak kecamatan atas dukungan dan pengawasan yang terus dilakukan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Kutai Timur, Ibu Camat, Sekcam, dan seluruh staf yang telah melakukan monitoring kegiatan kami. Alhamdulillah, dari 30 RT, sudah 20 RT yang merasakan manfaat program ini,” ujarnya.
Hamriani juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan desa melalui pengelolaan anggaran yang efektif dan tepat guna. Ia menilai keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap program ini kedepannya terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan RT setempat. Karena setiap RT berbeda kebutuhannya,” tutupnya.
Monitoring ini juga menjadi sarana evaluasi bagi pemerintah desa dalam memperbaiki kualitas administrasi, mulai dari penyusunan dokumen perencanaan seperti DPA, RPD, dan RAB hingga laporan pertanggungjawaban (SPJ). Selain itu, keterlibatan perangkat desa dalam setiap tahapan diharapkan semakin optimal guna menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan serta partisipasi aktif berbagai pihak, program Bankeusdes diyakini mampu menjadi fondasi kuat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (ADV).