Sangatta – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai titik refleksi sekaligus dorongan moral bagi percepatan pembangunan daerah. Ketua DPD PKS Kutai Timur sekaligus Direktur Lingkar Ayah Sangatta, H. Akhmad Wasrip S, ST, menegaskan bahwa semangat Idulfitri harus diterjemahkan dalam kerja nyata pemerintah dan DPRD untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Wasrip, Idulfitri bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat nilai kejujuran, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam tata kelola pemerintahan.
“Idulfitri mengajarkan kita kembali ke fitrah, kejujuran, dan kepedulian. Nilai ini harus menjadi landasan dalam pembangunan daerah, agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Ketua PKS: Idulfitri Jadi Pengingat Tanggung Jawab Pemerintah
Wasrip menekankan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD Kutai Timur perlu menjadikan Idulfitri sebagai pengingat akan amanah yang diemban. Ia menilai, semangat kebersamaan yang lahir dari Idulfitri dapat memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama. Pemerintah dan DPRD harus berjalan seirama, memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi, serta efektivitas program pembangunan sebagai bagian dari tanggung jawab moral pasca-Ramadan.
RPJMD 2025–2029 Jadi Arah Strategis Pembangunan
Dalam pandangannya, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutai Timur 2025–2029 menjadi langkah strategis yang harus dikawal secara serius oleh semua pihak, termasuk DPRD.
RPJMD tersebut, kata Wasrip, tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi kompas yang jelas dalam menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan.
“RPJMD ini adalah peta jalan pembangunan Kutai Timur. Kami di DPRD, khususnya PKS, akan mengawal agar visi ‘Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing’ benar-benar diwujudkan, bukan hanya sekadar slogan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara program daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional agar pembangunan berjalan terarah dan terintegrasi.
Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan ARMY
Lebih lanjut, Wasrip turut menyoroti satu tahun kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi (ARMY). Ia menilai, tahun pertama menjadi fase penting dalam konsolidasi arah pembangunan.
Menurutnya, sejumlah capaian awal patut diapresiasi, seperti peningkatan tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, hingga program-program yang menyentuh masyarakat secara langsung.
“Kami melihat ada progres yang cukup baik dalam satu tahun ini, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga program bantuan ke masyarakat. Namun tentu masih banyak yang harus ditingkatkan ke depan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi capaian penghargaan yang diraih Kutai Timur di tingkat provinsi dan nasional, yang menunjukkan adanya peningkatan kinerja pemerintahan.
PKS Dorong Fokus pada Program Prioritas dan Kesejahteraan Rakyat
Sebagai Ketua PKS Kutai Timur, Wasrip menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong pemerintah daerah untuk fokus pada program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain:
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia
- Penguatan ekonomi berbasis potensi lokal
- Pembangunan infrastruktur yang merata
- Pengelolaan lingkungan hidup
- Transparansi dan akuntabilitas pemerintahan
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di desa-desa. Jangan sampai pembangunan hanya terpusat di kota,” tegasnya.
Ia juga menilai program seperti Desa Hebat, Kota Hebat, dan Kutim Hebat perlu diimplementasikan secara konsisten agar tidak hanya menjadi konsep di atas kertas.
Silaturahmi dan Modal Sosial Pembangunan
Dalam konteks sosial, Wasrip menyebut bahwa tradisi silaturahmi saat Idulfitri memiliki peran penting dalam memperkuat modal sosial masyarakat.
Menurutnya, hubungan sosial yang kuat akan memudahkan kolaborasi dalam pembangunan daerah.
“Silaturahmi ini bukan hanya tradisi, tapi kekuatan. Dari sinilah kepercayaan dibangun, dan pembangunan akan lebih mudah dilakukan jika masyarakatnya solid,” ungkapnya.
Idulfitri, Momentum Membangun dengan Nilai Kemanusiaan
Di akhir pernyataannya, Wasrip menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berlandaskan nilai kemanusiaan, bukan semata-mata angka dan target.
Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Idulfitri seperti kejujuran, kepedulian, dan kerja sama harus terus dijaga dalam setiap kebijakan pemerintah.
“Pembangunan bukan hanya soal fisik, tapi juga membangun manusia. Jika nilai-nilai ini dijaga, saya optimis Kutai Timur bisa menjadi daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Momentum Idulfitri pun diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh elemen daerah untuk terus bergerak bersama, mempercepat pembangunan, dan mewujudkan masa depan Kutai Timur yang lebih baik.




