Sangatta – Pemerataan tenaga kesehatan di Kutai Timur masih menyisakan pekerjaan besar. Sejumlah puskesmas di daerah terpencil belum memenuhi standar minimal tenaga medis sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 43 Tahun 2019.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, mengakui tantangan terberat justru datang dari penempatan dokter di wilayah pedalaman.

“Sesuai dengan standar Permenkes. Tapi kadang-kadang kalau yang untuk pedalaman, ada dokter tidak mau,” kata Sumarno saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Rabu (19/11/2025).

Permenkes menetapkan bahwa puskesmas non-rawat inap harus memiliki minimal satu dokter umum, sementara puskesmas rawat inap wajib memiliki dua dokter. Setiap puskesmas juga diwajibkan memiliki minimal satu dokter gigi.

Idealnya, menurut Sumarno, formasi minimal di setiap puskesmas mencakup dua dokter umum, satu dokter gigi, analis laboratorium, apoteker, perawat, dan bidan. Namun realisasi di lapangan, terutama di puskesmas seperti Batu Ampar dan Rantau Pulung, masih jauh dari harapan.

Sebagai alternatif, Dinas Kesehatan mengandalkan program Nusantara Sehat (NS) dari Kementerian Kesehatan. Program ini menempatkan tenaga medis di wilayah tertinggal, sangat tertinggal, dan perbatasan (DTPK), serta digaji langsung oleh pusat.

“Kalau tidak ada itu, kalang kabut kita. Dan itu digaji oleh Kemenkes, bukan dari Dinas. Untuk tenaga seperti itu kita harus maksimalkan sebenar,” terang Sumarno.

Tenaga NS kini telah mengisi kekosongan di sejumlah puskesmas seperti Sandaran, Karangan, dan Muara Wahau, menjadi penopang utama pelayanan kesehatan dasar di wilayah yang kesulitan tenaga medis.

Namun, Sumarno menegaskan, ketergantungan pada program pusat bukanlah solusi jangka panjang. Diperlukan strategi khusus agar tenaga medis mau ditempatkan di pedalaman, termasuk insentif, jaminan keamanan, dan fasilitas pendukung yang memadai.

Selama tenaga lokal belum terdistribusi merata, Kutim akan terus dihadapkan pada tantangan besar dalam memenuhi hak dasar kesehatan masyarakat di wilayah pelosok. (ADV).

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version