Sangatta – “Merawat budaya, menjunjung sportivitas.” Kalimat itu menggaung di GOR Kudungga saat Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, membuka Kejuaraan Pencak Silat Dewasa Seleksi Atlet Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025, Kamis (14/8/2025). Ajang ini menjadi titik awal persiapan Kutai Timur menuju Porprov VIII Kalimantan Timur pada 2026 mendatang.

Kejuaraan ini diikuti 99 pesilat dari sembilan perguruan pencak silat yang bernaung di IPSI Kutim. Rinciannya, antara lain Asad Putra (15 atlet), PSCP (6 atlet), PSHW (3 atlet), SH Terate (17 atlet), Pagar Nusa (4 atlet), PD (9 atlet), Persinal Cempaka Putih (2 atlet), PSHT (13 atlet), serta Tapak Suci (30 atlet). Peserta akan memperebutkan posisi terbaik untuk memperkuat tim Kutim di Porprov mendatang.

Ketua Panitia Khairul Arifin menegaskan pentingnya kejuaraan ini, baik sebagai ajang pembinaan prestasi maupun pelestarian budaya. “Kami berharap Pemkab Kutim terus memberikan dukungan. Pencak silat adalah warisan budaya yang kini mendunia, dan harus kita lestarikan,” ujarnya. Ia menyebut sebagian besar anggaran kegiatan masih ditopang oleh pengurus IPSI Kutim, sehingga peran pemerintah daerah diharapkan semakin kuat.

Sementara itu, Mahyunadi dalam sambutannya mengapresiasi semangat para atlet dan panitia.
“Pencak silat adalah warisan leluhur kita, budaya yang harus kita jaga dan kembangkan. Jika prestasinya meningkat, nama Kutai Timur dan Indonesia juga akan terangkat,” ucapnya.

Mahyunadi juga memastikan Pemkab Kutim akan terus memberikan dukungan, baik melalui dana pembinaan maupun fasilitas penunjang.

“Pemkab Kutim terus memberikan dukungan untuk IPSI Kutim. Apalagi sekarang Ketua IPSInya bapak Sayed Umar. InsyaAllah lebih baik,” tuturnya.

Ia menilai koordinasi antara pengurus IPSI dan pemerintah menjadi kunci agar dukungan tersebut efektif dan tepat sasaran.

“YYang terpenting adalah koordinasi antara pemkab Kutim, KONI, IPSI sehingga bisa bersinergi untuk kemajuan pencak silat Kutai Timur,” terangnya.

Selain mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di Porprov VIII Kaltim, ajang ini juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antarperguruan dan menanamkan nilai sportivitas. Dengan dukungan penuh berbagai pihak, IPSI Kutim menargetkan perolehan medali maksimal sekaligus menjaga pencak silat sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa yang terus hidup di tengah masyarakat.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version