Sangatta – Tak menunggu kondisi sempurna, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih terus melaju. Di tengah kendala administratif dan medan wilayah yang beragam, pelaksanaan proyek infrastruktur tahun 2025 tetap digenjot di berbagai kecamatan.

Plt. Kepala DPUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menyatakan bahwa sebagian besar proyek prioritas telah memasuki tahap pelaksanaan. Proyek-proyek besar yang mencakup pembangunan jalan, drainase, dan sistem air minum saat ini sedang dikerjakan sesuai target.

“Beberapa kegiatan sudah berjalan dan sebagian lainnya sedang proses pengerjaan. Yang besar-besar sudah kita mulai lebih dulu,” kata Joni dalam keterangannya pada Kamis (20/11/2025).

Meski dokumen pelaksanaan anggaran dari perubahan APBD masih menunggu finalisasi, Joni memastikan kesiapan administrasi sudah tidak menjadi kendala.

“Administrasi untuk anggaran perubahan sudah kami siapkan. Begitu DPA turun, semua langsung bisa dijalankan,” tegasnya.

Fokus pembangunan tahun ini mencakup infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan, irigasi, saluran drainase, dan penyediaan air bersih (SPAM). Proyek-proyek ini dinilai berdampak langsung pada kehidupan warga, terutama dalam meningkatkan akses dan layanan dasar.

“Untuk 2025, programnya masih melanjutkan yang sebelumnya, hanya skalanya diperluas. Jalan, irigasi, SPAM, hingga rehabilitasi bangunan masih jadi prioritas,” tambah Joni.

Menariknya, DPUPR Kutim tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga wilayah pelosok. Pemerataan pembangunan menjadi komitmen utama untuk menjangkau masyarakat di seluruh kecamatan dan mengurangi ketimpangan infrastruktur.

Dengan kesiapan teknis dan sumber daya di lapangan, pihaknya optimis semua proyek dapat diselesaikan tepat waktu. Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek, tapi bagian dari misi Pemkab Kutim dalam meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat. (ADV/AN/Diskominfo).

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version