Bontang – Di tengah suasana penuh haru dan kebanggaan, Auditorium 3 Dimensi di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, menjadi saksi lahirnya generasi baru insan teknik. Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Ke-IX, Kamis (16/4/2026), sebagai tonggak perjalanan para lulusan menuju dunia profesional.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang disambut oleh Ketua STTIB Ratnawati bersama civitas akademika. Turut hadir unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdu Safa Muha, perwakilan Yayasan Yabis, serta mitra industri dan perbankan.

Dalam sambutannya, Neni menyampaikan apresiasi atas konsistensi STTIB dalam mencetak sumber daya manusia di bidang teknik yang kompeten. Ia menegaskan bahwa arah pembangunan Bontang ke depan bertumpu pada transformasi sosial melalui peningkatan kualitas SDM yang mampu bersaing secara global.

“Dunia kerja tidak hanya butuh kecerdasan intelektual, tapi juga spiritual dan emosional. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja,” tegasnya.

Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung sektor pendidikan, termasuk melalui program pendidikan gratis dan beasiswa dengan nilai miliaran rupiah setiap tahun. Ia memastikan bahwa program tersebut tetap berjalan meskipun menghadapi tantangan fluktuasi anggaran daerah.

Momentum wisuda semakin berkesan saat Neni membagikan kisah pribadinya yang pernah mengalami putus kuliah sebelum akhirnya bangkit dan meraih kesuksesan. Pesan tersebut menjadi motivasi bagi para wisudawan untuk terus berjuang dalam meraih cita-cita.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Jadikan pendidikan sebagai jalan perubahan hidup anda,” pesannya.

Sementara itu, Ketua STTIB Ratnawati mengungkapkan rencana pengembangan institusi ke depan, termasuk pembukaan program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta upaya transformasi menjadi universitas. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kontribusi STTIB dalam mencetak tenaga profesional yang dibutuhkan industri.

Acara puncak ditandai dengan pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik, yakni Yusrivan dengan IPK 3,92 dan Edy Tri Yoga dengan IPK 3,86. Keduanya diharapkan menjadi teknokrat muda yang mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kota Bontang.

Dengan semangat baru yang dibawa para lulusan, wisuda ini tidak hanya menjadi akhir dari perjalanan akademik, tetapi juga awal dari kontribusi nyata dalam membangun masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version