Samarinda – Di tengah geliat pembangunan dan semangat memperkuat ekonomi daerah, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan dukungannya terhadap langkah tegas yang diambil Polda Kaltim dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.
Usai menghadiri acara bersama Wakil Menteri Koperasi terkait penguatan program koperasi desa, Seno Aji menyampaikan apresiasi atas upaya Polda Kaltim yang berhasil mengamankan sejumlah kelompok preman di berbagai wilayah Kalimantan Timur. Ia menilai tindakan ini penting demi menjaga suasana aman dan kondusif, terlebih saat Kaltim tengah gencar mengembangkan investasi.
“Premanisme tidak boleh lagi ada di Kaltim. Semua masyarakat harus taat hukum dan menjaga ketertiban. Kami ingin agar Kaltim ini selalu kondusif agar iklim investasi semakin baik dan pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat,” ujar Seno Aji.
Polda Kaltim dalam beberapa waktu terakhir memang intensif melakukan razia serta penindakan terhadap aktivitas kelompok preman di sejumlah titik rawan. Operasi ini menyasar preman pasar, terminal, dan kawasan industri yang kerap menjadi lokasi pemalakan dan pungutan liar.
Langkah ini dinilai strategis karena aksi preman kerap menjadi hambatan serius dalam menciptakan iklim usaha yang nyaman bagi investor dan pelaku ekonomi lokal. Kegiatan pemalakan serta tindakan intimidatif dari kelompok preman juga kerap menciptakan keresahan di masyarakat, terutama pelaku UMKM dan sopir angkutan umum.
Seno Aji menekankan bahwa keamanan dan kepastian hukum menjadi syarat mutlak bagi pembangunan Kalimantan Timur ke depan. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan perangkat desa ikut mendukung kepolisian dengan memberikan informasi jika menemukan indikasi tindakan premanisme di wilayahnya.
Dengan kerja sama seluruh pihak, ia optimistis Kaltim bisa menjadi kawasan yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga aman dan ramah bagi seluruh warganya.
