Bontang – Di tengah dinamika pembangunan dan keterbatasan anggaran, ketepatan langkah menjadi kunci. Pemerintah Kota Bontang menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan sebagai upaya memperkuat sinergi sekaligus mengevaluasi capaian program pembangunan daerah.

Rakor yang berlangsung pada Rabu (29/4/2026) di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sony Suwito Adicahyono. Kegiatan ini dihadiri para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta pejabat terkait lainnya.

Rapat yang diinisiasi Bagian Administrasi Pembangunan Setda ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026 sekaligus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah. Fokus pembahasan diarahkan pada tujuh program unggulan dengan total 121 kegiatan, yakni Bontang Sehat, Bontang Pintar, Gerakan Ekonomi Bontang, Pelayanan Publik Prima, Menata Bontang, Komitmen Bontang, dan Inovasi Bontang.

Dalam pemaparan awal, terungkap bahwa sejumlah program masih belum berjalan optimal. Selain itu, kualitas data dan pelaporan dinilai perlu ditingkatkan, termasuk dalam pencapaian indikator kinerja dan penghargaan daerah. Realisasi keuangan dan fisik pada Triwulan I juga tercatat masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.

Hal ini mendorong perlunya langkah percepatan pelaksanaan kegiatan, termasuk optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen Proyek sebagai alat monitoring berbasis data. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi pelaporan serta mempercepat pengambilan keputusan strategis.

Dalam arahannya, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa efektivitas program harus menjadi prioritas utama di tengah keterbatasan fiskal. Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk lebih fokus pada solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Program harus tetap berjalan dengan fokus pada solusi praktis, efisiensi anggaran, dan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah. Percepatan pembangunan sekolah rakyat serta peningkatan kualitas layanan publik menjadi perhatian utama, terutama melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi digital.

Rakor ini diharapkan tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga wadah strategis untuk mempercepat implementasi program prioritas daerah. Dengan koordinasi yang lebih solid dan berbasis data, Pemerintah Kota Bontang optimistis mampu meningkatkan kinerja pembangunan secara menyeluruh.

Melalui langkah-langkah strategis tersebut, Bontang diharapkan terus bergerak menuju kota yang lebih maju, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version