Sangatta – Dalam suasana duka yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, solidaritas dari kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kutai Timur diuji — dan ternyata responnya nyata. Seperti gemuruh hujan yang menyapu pepohonan, terkumpul donasi signifikan untuk meringankan beban saudara‑saudara kita di Sumatra.
Ketua DPD PKS Kutim, H. Akhmad Wasrip, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan itu dilakukan mengikuti instruksi dari pucuk pimpinan PKS. Pada awal gerakan, mereka menggelar “Senam Sehat Nusantara” sebagai momentum internal kader untuk kebangkitan tanggap bencana. Usai senam, seluruh kader PKS diminta menyisihkan sebagian rezekinya untuk korban. “Alhamdulillah,” ujarnya, “gerakan ini kami mulai dari internal dulu.”
Selain dari kader, ada pula kontribusi dari simpatisan. Salah satunya adalah Eko Sugiarto yang menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp 10.000.000.
“Saya berharap sumbangan ini dapat meringankan beban saudara kita yang sedang kena musibah. Mereka tidak sendirian, dan kami ingin hadir walau dari jauh. Semoga langkah kecil ini menjadi manfaat besar bagi mereka yang tertimpa bencana,” tutur Eko saat dikonfirmasi usai kegiatan.

H. Akhmad Wasrip membeberkan hasil sementara: total donasi mencapai Rp 20.730.000 dari internal kader, serta tambahan dari RKI sebesar Rp 17.550.000. Ia menegaskan bahwa aksi akan tetap berlangsung hingga batas waktu yang ditetapkan, yaitu hingga 10 Desember.
Instruksi resmi dari pimpinan partai mempertegas bentuk solidaritas yang sistematis: (1) pemotongan gaji anggota dewan dan pejabat publik PKS; (2) sumbangan sukarela kader; (3) koordinasi penyaluran oleh DPP PKS; (4) sumbangan sukarela dari simpatisan; dan (5) keterlibatan stakeholder — jika ada.
Respons cepat dari cabang PKS Kutim mengikuti instruksi nasional, selaras dengan gerakan solidaritas serupa di tingkat pusat dan provinsi. Sebelumnya, pimpinan partai telah mengimbau seluruh struktur untuk bergerak, bukan sekadar lewat pernyataan, melainkan dengan aksi nyata: penggalangan dana, bantuan logistik, dan pengiriman relawan bagi korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Semoga gerakan kemanusiaan ini benar‑benar bisa membantu saudara‑saudara kita di Sumatra dan menumbuhkan rasa persaudaraan di seluruh Indonesia.
