Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

DPRD Kutim Terima DPRD Bontang, Sinergi Kian Solid

13 Jan 2026

Wabup Kutim Tinjau Asrama Mahasiswa di Makassar, Soroti Fasilitas Tak Layak

7 Jan 2026

Dedy Alkutimi Dipercaya Lagi Nahkodai SMSI Kutai Timur Hingga 2028

6 Jan 2026
1 2 3 … 892 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Ketua PKS Kutim Ajak Kader Munajat Tutup Tahun

    2 Jan 2026

    PKS Kutim Lantik DPC 18 Kecamatan, Tegaskan Empati Kader

    23 Des 2025

    PKS Kaltim Siapkan Strategi 2029 Lewat Penguatan Layanan Publik

    30 Nov 2025

    Sayyid Anjas Mantap Maju Ketua Golkar Kutim

    11 Sep 2025

    Musda VI PKS Kukar, Momentum Regenerasi dan Konsolidasi

    7 Sep 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024

    Enggan Puasa Ramadhan

    13 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Media China Guncang Joe Biden? Terungkap Fakta Menarik!

Kraskova mengungkapkan bahwa di 9 negara Eropa Tengah dan Timur, media China seperti CRI dan Xinhua telah menyebarkan propaganda yang bersifat anti-Barat
Global Intan WardahIntan Wardah23 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Media China
Xi Jinping bersama Joe Biden (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Media China sedang diduga menyebarkan propaganda pro-Rusia di berbagai negara di Eropa dan mencemarkan citra pemerintahan Joe Biden. Salah satu strateginya adalah dengan memperkuat sentimen benci dan ketidakpercayaan terhadap pengungsi Ukraina serta menyebarkan pesan yang menentang NATO.

Menurut laporan dari Dailymail, stasiun radio yang berafiliasi dengan pemerintah China diduga menyebarkan pesan pro-Kremlin terkait perang Ukraina, sebagai respons terhadap penutupan saluran media Rusia oleh pemerintah Eropa. Penasihat Khusus dari Komisi Eropa, Ivana Karaskova, telah mengawasi penyebaran propaganda China di wilayah Eropa Tengah dan Timur.

Propaganda Anti-NATO dari CRI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan yang diberikan, disebutkan bahwa China Radio International (CRI), yang merupakan platform media yang terkait dengan Partai Komunis China (PKC), telah secara berulang kali menyiarkan berita yang menggambarkan NATO sebagai ‘Voldemort’, karakter jahat dalam novel legendaris Harry Potter.

Stasiun radio ini menjangkau 44 negara, termasuk Inggris, dengan pesan-pesan yang menciptakan asosiasi negatif terhadap NATO.

Propaganda China Menyalahkan AS-NATO

Makalah pengarahan yang didanai oleh Uni Eropa telah menerbitkan hasil investigasi Karaskova. Laporan tersebut menemukan bahwa media China menggambarkan AS dan NATO sebagai kekuatan destabilisasi di kawasan Eropa Tengah dan Timur.

Hasil investigasi ini menyoroti narasi yang disebarkan oleh media China yang mencoba mencitrakan AS dan NATO dalam cahaya negatif sebagai pihak yang menyebabkan ketidakstabilan di wilayah tersebut.

Kraskova mengungkapkan bahwa di 9 negara Eropa Tengah dan Timur, media China seperti CRI dan Xinhua telah menyebarkan propaganda yang bersifat anti-Barat. Propaganda ini menyalahkan AS dan NATO atas perang di Ukraina, dengan fokus utama pada Polandia yang menjadi ‘rumah’ bagi lebih dari 1,5 juta pengungsi Ukraina.

Kedutaan China Sebar Propaganda Anti-Pengungsi

Di Slovakia, kedutaan besar China telah memposting pesan online yang menyoroti ‘standar ganda’ yang diterapkan oleh AS dan NATO. Mereka menyatakan bahwa Barat memperlakukan pengungsi Ukraina dengan baik, sementara pengungsi dari Timur Tengah atau Amerika Selatan diperlakukan dengan cara yang berbeda atau lebih buruk.

Karaskova menyatakan bahwa pesan kebencian yang disebarkan oleh China telah menyebabkan kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan (Far-Right) melancarkan kampanye melawan pengungsi Ukraina.

“China bersekutu dengan Rusia dalam narasi mengenai penyebab perang di Ukraina segera setelah invasi Rusia. Saya merasa ini mengkhawatirkan. Pemerintah Eropa harus lebih memperhatikan ruang gerak China yang beroperasi di ruang media Eropa,” kata ungkapnya.

Silakan Bekomentar
CRI Dailymail Media China Nato Partai Komunis China
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

PJS Tunjukkan Perkembangan Pesat Menuju Konstituen Dewan Pers

Media Asing Sorot Anies dan Ganjar Berkoalisi

FAA AS Perpanjang Larangan Terbang Boeing 737 MAX 9

Berita Terkini

DPRD Kutim Terima DPRD Bontang, Sinergi Kian Solid

Ajeng NadyaAjeng Nadya13 Jan 2026 DPRD Kutim

Wabup Kutim Tinjau Asrama Mahasiswa di Makassar, Soroti Fasilitas Tak Layak

7 Jan 2026

Dedy Alkutimi Dipercaya Lagi Nahkodai SMSI Kutai Timur Hingga 2028

6 Jan 2026

Ketua PKS Kutim Ajak Kader Munajat Tutup Tahun

2 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025

Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media

17 Mar 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.