Bontang – Di tengah semangat solidaritas buruh, peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Bontang menjadi panggung harapan bagi peningkatan kesejahteraan pekerja. Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada tenaga kerja.
Kegiatan yang digelar di halaman parkir DPMPTSP, Jalan Awang Long, Jumat pagi (1/5/2026) ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Turut hadir Kapolres Bontang Widho Anriano, Pj Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, serta jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, dan perwakilan serikat pekerja.
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni mengungkapkan bahwa upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran telah menunjukkan hasil signifikan. Ia menyebut angka pengangguran terbuka di Bontang berhasil turun dari sekitar 10 ribu menjadi 6 ribu jiwa.
“Alhamdulillah, angka pengangguran kita turun dari 10 ribu menjadi 6 ribu jiwa. Ini adalah hasil kerja keras bersama melalui berbagai program, termasuk optimalisasi Perda tenaga kerja yang mewajibkan 75 persen pekerja adalah warga lokal,” ujarnya.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Bontang dijadwalkan menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri pada [5 Mei 2026]. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan daerah dalam menekan angka pengangguran secara signifikan.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun strategi peningkatan Upah Minimum Kota (UMK) untuk tahun 2027 melalui mekanisme komunikasi tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja secara berkelanjutan.
Di sisi perlindungan sosial, Pemkot Bontang terus memperluas cakupan jaminan BPJS Ketenagakerjaan, yang saat ini telah menjangkau lebih dari 98 persen pekerja, termasuk sektor rentan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman bagi tenaga kerja di tengah dinamika ekonomi.
Senada dengan itu, Kapolres Bontang Widho Anriano mengajak seluruh elemen buruh untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas kota. Ia menekankan pentingnya dialog sebagai sarana penyelesaian persoalan ketenagakerjaan.
Peringatan May Day tahun ini mengusung tema “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama” dan diisi dengan berbagai kegiatan positif, seperti senam sehat, jalan santai, donor darah, serta pembagian ratusan doorprize, termasuk dua unit motor listrik.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah, pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan semangat kebersamaan, Bontang terus melangkah menuju kota yang lebih sejahtera dan inklusif bagi seluruh tenaga kerja.


