Sangatta – Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur, Masdari Kidang, menggelar reses di Dusun Silva Duta, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Minggu (17/11/2024). Reses tersebut dihadiri antusias oleh masyarakat setempat yang menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan wilayah.
Dalam forum tersebut, Masdari Kidang yang juga merupakan politisi Partai Demokrat mendengarkan langsung keluhan, usulan, serta harapan warga terkait berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari. Beberapa tokoh masyarakat dan warga secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Beragam Usulan Masyarakat Silva Duta
Pak Adam (RT setempat) mengajukan proposal terkait pembangunan turap untuk mencegah banjir di wilayahnya. Selain itu, ia juga mengusulkan pengadaan tenda atau terowongan yang dilengkapi dengan kursi serta alat-alat dapur untuk mendukung kegiatan masyarakat.
“Perlengkapan ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan sosial warga, khususnya saat ada acara atau musibah di dusun kami,” ujar Pak Adam.
Pak Rasak, warga lainnya, menyampaikan usulan terkait kebutuhan fasilitas olahraga, seperti peralatan untuk voli dan futsal. Selain itu, ia menekankan pentingnya perbaikan lapangan voli yang kondisinya sudah tidak layak pakai.
“Lapangan voli adalah tempat berkumpulnya warga, terutama pemuda, untuk berolahraga. Jika fasilitasnya memadai, kegiatan olahraga bisa lebih semarak dan membawa manfaat bagi kesehatan masyarakat,” jelas Pak Rasak.
Masalah akses jalan menjadi sorotan utama dari Pak Abdul Halik. Ia menyoroti sulitnya mobilitas warga karena kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Selain itu, ia juga mengusulkan pengadaan sound system dan kipas angin di musala setempat untuk mendukung kegiatan ibadah.
“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian kami. Kalau aksesnya lancar, aktivitas warga, termasuk distribusi hasil tani, akan lebih mudah,” kata Abdul Halik.
Ibu Juniati, seorang kader posyandu, mengajukan permintaan pengadaan baju seragam untuk enam orang kader posyandu. Menurutnya, seragam tersebut tidak hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan semangat dalam melayani kesehatan ibu dan anak di lingkungan Silva Duta.
Adapun Pak Ri, seorang tokoh agama setempat, mengusulkan rehabilitasi musala yang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga. Ia berharap, dengan perbaikan fasilitas musala, aktivitas keagamaan dan spiritual masyarakat dapat berjalan lebih nyaman.
Masdari Kidang Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Warga
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Masdari Kidang menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam reses. Ia menegaskan bahwa setiap masukan yang diterima akan diperjuangkan di tingkat pemerintah daerah, baik melalui pembahasan anggaran maupun program prioritas lainnya.
“Semua usulan ini adalah gambaran nyata dari kebutuhan masyarakat. Kami akan berusaha maksimal untuk memperjuangkannya di DPRD. Tentunya, perlu sinergi dengan pemerintah daerah agar semua bisa terealisasi,” ujar Masdari.
Politisi Partai Demokrat ini juga menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan persoalan mendesak, seperti perbaikan jalan dan pengadaan fasilitas umum yang langsung berdampak pada kesejahteraan warga.
“Persoalan akses jalan dan fasilitas pendukung seperti musala dan lapangan olahraga menjadi prioritas utama kami karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.
Harapan Warga Terhadap Pemerintah Daerah
Warga Dusun Silva Duta berharap, dengan disampaikannya aspirasi mereka melalui reses, pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah Sangatta Selatan. Selama ini, mereka merasa masih banyak kebutuhan mendesak yang belum mendapat perhatian maksimal.
“Kami sangat berharap Pak Masdari dan pemerintah daerah benar-benar mendengarkan dan merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan kami. Kami ingin Dusun Silva Duta semakin maju dan sejahtera,” ujar salah seorang warga.
Reses yang berlangsung dalam suasana hangat ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara masyarakat dan Masdari Kidang. Warga mengaku senang karena merasa didengar oleh wakil rakyat mereka.
Dengan reses ini, diharapkan jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dapat terus terbangun untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh pelosok Kutai Timur.
