Kutai Timur – Di tengah semarak suasana panen dan syukur masyarakat Dayak, Pesta Adat Lom Plai 2025 kembali digelar meriah di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Tradisi tahunan yang penuh makna ini mendapat dukungan langsung dari PT Astra Agro Lestari Tbk melalui anak usahanya, PT Karyanusa Ekadaya (KED), sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya lokal dan hubungan harmonis dengan masyarakat adat.
Administratur PT KED, Rasid, menyampaikan bahwa partisipasi dalam perhelatan budaya ini merupakan upaya aktif perusahaan dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta mempererat ikatan dengan komunitas di sekitar wilayah operasionalnya.
“Pesta Adat Lom Plai adalah warisan budaya yang sarat makna. Kami mendukung penuh pelaksanaannya sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pelestarian tradisi serta keharmonisan antara perusahaan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Lom Plai sendiri adalah tradisi sakral yang diselenggarakan setelah masa panen sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan kesehatan dan keselamatan. Secara harfiah, “Lom Plai” berarti “mengantisipasi agar tidak sakit”, mencerminkan filosofi hidup masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi keseimbangan antara manusia dan alam, terutama terhadap tanaman padi yang dianggap sejajar dengan manusia.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak 24 April dan mencapai puncaknya pada Kamis (8/5/2025) dengan berbagai atraksi budaya seperti Embos Epaq Plai, pentas seni Thambunesia, pembagian hadiah, hingga penampilan ritual Embos Jia yang menggambarkan kekayaan nilai spiritual masyarakat Dayak.
Dukungan dari KED merupakan bagian dari pilar keberlanjutan Astra Agro Lestari yang menempatkan budaya lokal sebagai bagian dari pengembangan masyarakat. Perusahaan menilai, keterlibatan aktif dalam kegiatan adat bukan hanya memperkuat relasi sosial, tetapi juga mempertegas peran dunia usaha dalam pelestarian identitas budaya bangsa.
“Kami percaya bahwa budaya lokal seperti Lom Plai merupakan kekayaan bangsa yang patut dilestarikan. Melalui dukungan ini, kami ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” tambah Rasid.
Pesta Adat Lom Plai tahun ini tidak hanya menjadi pesta panen, tetapi juga momentum mempererat solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat Kutai Timur, menjadikan perayaan ini sebagai simbol kolaborasi antara kearifan lokal dan keberlanjutan industri.


