Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

DPRD Kutim Terima DPRD Bontang, Sinergi Kian Solid

13 Jan 2026

Wabup Kutim Tinjau Asrama Mahasiswa di Makassar, Soroti Fasilitas Tak Layak

7 Jan 2026

Dedy Alkutimi Dipercaya Lagi Nahkodai SMSI Kutai Timur Hingga 2028

6 Jan 2026
1 2 3 … 892 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Ketua PKS Kutim Ajak Kader Munajat Tutup Tahun

    2 Jan 2026

    PKS Kutim Lantik DPC 18 Kecamatan, Tegaskan Empati Kader

    23 Des 2025

    PKS Kaltim Siapkan Strategi 2029 Lewat Penguatan Layanan Publik

    30 Nov 2025

    Sayyid Anjas Mantap Maju Ketua Golkar Kutim

    11 Sep 2025

    Musda VI PKS Kukar, Momentum Regenerasi dan Konsolidasi

    7 Sep 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024

    Enggan Puasa Ramadhan

    13 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

Krisis Kekurangan Petugas Polisi Mengancam Keamanan Rusia

Menteri Dalam Negeri Rusia, Vladimir Kolokoltsev, mengungkapkan bahwa 5 ribu anggota kepolisian di Kota Moskow telah meninggalkan jabatan mereka pada bulan Juli.
Global Intan WardahIntan Wardah11 Agu 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Krisis Kekurangan Petugas Polisi
Ilustrasi Krisis Kekurangan Petugas Polisi Ancam Keamanan Rusia (.Inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Rusia – Rusia sedang menghadapi situasi yang mengkhawatirkan terkait krisis kekurangan petugas polisi yang signifikan. Menteri Dalam Negeri Rusia, Vladimir Kolokoltsev, melaporkan hal ini seperti yang dikutip dalam artikel Newsweek, Jum’at (11/8/2023).

Dalam penyajian informasinya, Kolokoltsev mengakui bahwa krisis kekurangan petugas polisi dalam departemen polisi sangat serius. Kota Moskow dilaporkan telah kehilangan 5 ribu anggota kepolisian pada bulan Juli yang memutuskan untuk meninggalkan jabatan mereka.

“Kekurangan personel sangat besar. Saya bahkan akan menyebutnya kritis. Kami memiliki 5.000 karyawan yang mengundurkan diri dari badan urusan internal bulan lalu. Ini situasi yang sulit,” ujarnya, dikutip dari Newsweek, Jumat (11/8/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan-badan di bawah Kementerian Dalam Negeri Rusia meliputi Kepolisian Rusia, Urusan Migrasi, Pengawasan Narkoba, Keselamatan Lalu Lintas, Pusat Pemberantasan Ekstremisme, dan Departemen Investigasi.

Pada sebuah rapat Kementerian Dalam Negeri, Kolokoltsev menginstruksikan karyawan untuk melakukan segala kemungkinan untuk meminimalkan risiko dari kekurangan staf.

“Saya mengerti bahwa dalam kondisi kekurangan tenaga, beban yang sangat besar menimpa karyawan. Tapi ini adalah kasus ketika seseorang harus bekerja sesuai dengan prinsip ‘mengalahkan dengan keterampilan dan bukan dengan angka’,” katanya.

Di bawah dekrit yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Desember 2022, jumlah petugas polisi di negara itu akan meningkat menjadi 938.000 pada 2025. Secara rinci, jumlah polisi di Rusia diperkirakan akan menjadi 922.000 pada 2023, dan 934.000 pada 2024.

Menurut outlet berita independen berbahasa Rusia yang berbasis di Latvia, Meduza, rasio petugas polisi terhadap warga negara di Rusia termasuk yang tertinggi di dunia.

Kolokoltsev tidak memerinci mengapa para pegawai itu meninggalkan lembaga penegak hukum itu. Namun, sejak Rusia meluncurkan serangan besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, ratusan ribu warga telah masuk wajib militer untuk berperang dengan militer, sementara puluhan ribu telah melarikan diri ke negara tetangga untuk menghindari aturan itu.

Sebuah survei yang dirilis oleh Bank Sentral Rusia pada bulan April menunjukkan bahwa Rusia menghadapi kekurangan tenaga kerja terbesar sejak pencatatan dimulai pada tahun 1998. Sektor manufaktur, industri, pertambangan dan transportasi serta penyimpanan yang paling terpukul.

Chris Weaver, CEO konsultan strategis Macro Advisory Ltd, yang telah melaporkan ekonomi Rusia sejak 1998, sebelumnya mengatakan kepada Newsweek bahwa kekurangan tenaga kerja dan kekurangan keahlian ini “akan merusak prospek pertumbuhan ekonomi masa depan Rusia”.

Silakan Bekomentar
Rusia Vladimir Kolokoltsev
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

PJS Tunjukkan Perkembangan Pesat Menuju Konstituen Dewan Pers

Media Asing Sorot Anies dan Ganjar Berkoalisi

FAA AS Perpanjang Larangan Terbang Boeing 737 MAX 9

Berita Terkini

DPRD Kutim Terima DPRD Bontang, Sinergi Kian Solid

Ajeng NadyaAjeng Nadya13 Jan 2026 DPRD Kutim

Wabup Kutim Tinjau Asrama Mahasiswa di Makassar, Soroti Fasilitas Tak Layak

7 Jan 2026

Dedy Alkutimi Dipercaya Lagi Nahkodai SMSI Kutai Timur Hingga 2028

6 Jan 2026

Ketua PKS Kutim Ajak Kader Munajat Tutup Tahun

2 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025

Pemred “Bau Kencur”, Ancaman terhadap Kredibilitas Media

17 Mar 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.