Kutim – “Sekolah bukan lagi sekadar ruang teori,” semangat itu terasa saat minimarket dan workshop Dual Track SMAN 1 Sangatta Selatan resmi dibuka pada Selasa (5/5/2026). Dukungan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui dana CSR menjadi angin segar bagi penguatan pendidikan vokasi di Kutai Timur.
Peresmian berlangsung di lingkungan SMAN 1 Sangatta Selatan dan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, yang hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Turut hadir perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Kaltim Paeran, Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan Rubito, Act. Manager Community Empowerment KPC Muhammad Yusuf, serta tamu undangan.
Bangunan minimarket dan workshop tersebut dikerjakan KPC dengan sistem swakelola sejak Oktober 2025. Fasilitas ini memiliki bangunan utama berukuran 6 meter x 16 meter persegi serta teras 2 meter x 2,2 meter persegi. Total anggaran pembangunan mencapai Rp487.740.264 yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility bidang Infrastruktur Pendidikan Tahun Anggaran 2025.
“Mewakili Pemkab Kutim, saya mengucapkan terima kasih kepada KPC yang telah memberikan bantuan serta berkontribusi dalam membantu pemerintah guna peningkatan kualitas serta infrastruktur pendidikan. Semoga KPC terus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya di Kutai Timur,” ujar Mulyono.

Mulyono menilai kolaborasi sekolah dengan dunia usaha menjadi contoh penting bagi satuan pendidikan lain di Kutai Timur. Menurutnya, pendidikan vokasi perlu diperkuat agar mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, kompeten, siap kerja, serta adaptif terhadap perubahan dunia kerja.
Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan, Rubito, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kutim melalui Disdikbud yang terus mendukung program pendidikan di sekolahnya. Ia juga menyebut kerja sama dengan KPC telah berlangsung lama, mulai dari pelatihan, workshop, hingga dukungan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka.
Rubito menegaskan, fasilitas minimarket menjadi bagian dari program dual track yang membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan praktis. Melalui sarana ini, siswa dapat belajar langsung mengelola bisnis ritel, mulai dari manajemen barang, pelayanan, pencatatan transaksi, hingga pengembangan usaha.
“Terima kasih kepada KPC yang telah membantu pembangunan minimarket. Permohonan bantuan yang kami ajukan, direspon cepat oleh KPC. Saya mewakili guru, siswa serta orang tua siswa sekali lagi mengucapkan terimakasih KPC. Semoga kedepan kerjasama ini terus terjalin dan semakin baik kedepannya,” kata Rubito.
SMAN 1 Sangatta Selatan sebelumnya juga mencatat prestasi dengan meraih Juara 1 Program Dual Track tingkat SMA se-Kalimantan Timur pada 2024. Capaian itu disebut sebagai hasil kerja bersama antara siswa, guru, pemerintah, akademisi, serta dukungan fasilitas dan pelatihan dari KPC.
Peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara KPC yang diwakili Act. Manager CE KPC Muhammad Yusuf dan SMAN 1 Sangatta Selatan yang diwakili Kepala Sekolah Rubito. Acara kemudian ditutup dengan pengguntingan pita, pembukaan resmi minimarket dan workshop, serta sesi foto bersama.
Melalui fasilitas baru ini, SMAN 1 Sangatta Selatan diharapkan semakin kuat menjadi ruang belajar aplikatif bagi siswa. Kolaborasi sekolah, pemerintah, dan perusahaan dinilai menjadi kunci dalam menyiapkan generasi muda Kutai Timur yang terampil, mandiri, dan siap menghadapi dunia kerja.