Balikpapan – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kalimantan Timur. Mantan Gubernur Kalimantan Timur, H. Awang Faroek Ishak, berpulang ke rahmatullah pada Minggu malam, 22 Desember 2024, pukul 21.00 WITA. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo, Balikpapan. Jenazah beliau direncanakan akan dimakamkan di Tenggarong pada Senin, 23 Desember 2024.

Awang Faroek Ishak, atau yang memiliki gelar adat Awang Ngebei Setia Negara, lahir pada 31 Juli 1948. Sosok yang dikenal sebagai akademisi, politikus, dan birokrat ini telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pembangunan Kalimantan Timur dan Indonesia.

Perjalanan Karier dan Dedikasi

Karier Awang Faroek Ishak dimulai pada tahun 1973 sebagai staf di Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Perjalanan kariernya terus menanjak hingga menjadi salah satu tokoh penting dalam pembangunan daerah dan nasional. Pada tahun 1978, ia menjabat sebagai Pembantu Rektor III Universitas Mulawarman, kemudian sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman pada tahun 1982.

Awang Faroek juga aktif di dunia politik. Ia menjadi Anggota DPR-RI selama dua periode, yakni dari 1987 hingga 1992, serta 1992 hingga 1997. Selama menjadi legislator, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II dan anggota Komisi X.

Tidak hanya di tingkat legislatif, Awang juga berperan penting dalam pemerintahan daerah. Pada tahun 1999, ia ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Bupati Kutai Timur, kemudian terpilih sebagai Bupati Kutai Timur periode 2000–2003 dan 2006–2008.

Puncak kariernya terjadi saat ia terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Timur pada tahun 2008. Selama dua periode masa jabatan hingga 2018, Awang Faroek Ishak dikenal sebagai pemimpin visioner yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi daerah. Salah satu warisannya yang dikenang adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan dan pembangunan infrastruktur jalan penghubung antarwilayah di Kalimantan Timur.

Setelah masa jabatannya sebagai gubernur berakhir, Awang tetap melanjutkan kiprahnya di dunia politik. Pada Pemilu 2019, ia terpilih sebagai anggota DPR-RI mewakili daerah pemilihan Kalimantan Timur dari Partai NasDem. Ia bertugas di Komisi VII yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan riset.

Sosok Pemimpin Berintegritas

Awang Faroek Ishak dikenal sebagai pemimpin yang berintegritas dan berkomitmen tinggi terhadap pembangunan daerah. Selama hidupnya, ia selalu mengedepankan kepentingan rakyat Kalimantan Timur dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Beliau adalah sosok pemimpin yang sangat peduli dengan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap seorang kolega di DPR-RI. “Warisan perjuangannya akan terus dikenang.”

Selain sebagai pemimpin, almarhum juga dikenal sebagai akademisi yang peduli terhadap pengembangan pendidikan di Kalimantan Timur. Perannya sebagai Dekan FKIP Universitas Mulawarman menjadi bukti kecintaannya terhadap dunia pendidikan.

Di media sosial, masyarakat juga mengungkapkan rasa kehilangan mereka. Banyak yang mengenang jasa-jasa almarhum, terutama dalam upayanya membangun infrastruktur yang mempercepat pembangunan wilayah Kalimantan Timur.

Warisan yang Abadi

Kepergian Awang Faroek Ishak meninggalkan duka mendalam, tetapi juga warisan yang tak ternilai bagi Kalimantan Timur. Sosok yang dikenal dengan visi pembangunan berkelanjutan ini telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selamat jalan, Awang Faroek Ishak. Nama dan jasa Anda akan selalu terukir dalam sejarah Kalimantan Timur dan Indonesia.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version