Close Menu
Etara.idEtara.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Parkir Sembarangan di Samarinda Terancam Sanksi

25 Mei 2026

BNN RI dan Polres Kutim Gagalkan 92 Kg Sabu, Pemdes Singa Gembara Sampaikan Apresiasi

24 Mei 2026

RSUD Kudungga Kini Miliki Cathlab, Mammography dan Poli Baru, Bupati Ardiansyah: Warga Tak Perlu Lagi Banyak Dirujuk ke Luar Daerah

23 Mei 2026
1 2 3 … 926 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Etara.idEtara.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Fraksi PKS Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hak Angket

    6 Mei 2026

    Ardiansyah Sulaiman: PKS Hadir untuk Melayani Negeri

    6 Apr 2026

    Momentum Idulfitri, Pemkab dan DPRD Pacu Target Pembangunan Kutai Timur

    18 Mar 2026

    Di Bukber Hanura, Wabup Kutim Bicara Tantangan Fiskal

    28 Feb 2026

    Mahyunadi Tekankan Peran Partai dalam Pembangunan Daerah

    27 Jan 2026
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

    5 Mei 2026

    Liburan Ala Ubud di Trawas, Asmaraloka Villa & Resto Jadi Destinasi Favorit Baru

    24 Okt 2024

    Berpuasa Ketika Safar

    17 Mar 2024

    Keutamaan dan Hikmah Ibadah Puasa

    15 Mar 2024

    3 Macam Sabar dalam Puasa

    14 Mar 2024
  • Artikel
Etara.idEtara.id

IMF Tak Ingin Indonesia Jadi Negara Maju!

Dalam konferensi pers pada 21 Juli 2023, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah tetap konsisten dalam melaksanakan kebijakan hilirisasi
Ekonomi Intan WardahIntan Wardah21 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
IMF
Dalam konferensi pers pada 21 Juli 2023, Bahlil Lahadalia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia menerima rekomendasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) terkait kebijakan hilirisasi nikel yang perlu ditinjau ulang. IMF juga menyatakan bahwa rencana untuk memperluas kebijakan tersebut ke komoditas lain harus dihapus. Namun, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menanggapi rekomendasi tersebut dengan skeptis.(21/07/2023).

Ia menyatakan bahwa lembaga internasional tersebut tidak ingin melihat Indonesia menjadi negara maju, sehingga mengadopsi pendekatan yang berbeda.

Perbedaan Pendapat Mengenai Hilirisasi Nikel

Dalam konferensi pers pada 21 Juli 2023, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah tetap konsisten dalam melaksanakan kebijakan hilirisasi. Meskipun ada protes dari berbagai pihak terhadap kebijakan ini, pemerintah berkomitmen untuk mendorong insentif yang lebih baik lagi demi kemajuan industri dalam negeri.

Namun, IMF tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa Indonesia sebaiknya mempertimbangkan penghapusan secara bertahap larangan ekspor nikel dan tidak memperluasnya untuk komoditas lain. IMF juga menyarankan agar program hilirisasi di Indonesia dievaluasi ulang, terutama dalam hal analisis biaya dan manfaat.

Rekomendasi Evaluasi Kebijakan Hilirisasi

Lembaga internasional ini berpendapat bahwa kebijakan hilirisasi sejauh ini merugikan Indonesia.Pendekatan kebijakan industri juga menjadi perhatian IMF, yang menginginkan agar kebijakan tersebut didesain tanpa menghalangi persaingan dan inovasi. IMF juga menekankan pentingnya meminimalkan efek negatif dari lintas batas dalam upaya meningkatkan nilai tambah produksi.

Untuk itu, IMF merekomendasikan adanya analisis rutin mengenai biaya dan manfaat hilirisasi. Analisis tersebut harus secara berkala disajikan dengan fokus pada keberhasilan hilirisasi dan apakah perluasan kebijakan ini diperlukan untuk komoditas mineral lain.

Hilirisasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah diharapkan mempertimbangkan kebijakan hilirisasi yang lebih tepat untuk mencapai tujuan meningkatkan nilai tambah produksi. IMF berharap bahwa dengan pendekatan yang sesuai, Indonesia dapat memanfaatkan potensi sumber daya alamnya secara optimal, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ekspor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Namun, tentu saja, rekomendasi IMF ini tetap menjadi bahan diskusi dan evaluasi lebih lanjut bagi pemerintah Indonesia. Kebijakan ekonomi adalah suatu hal yang kompleks dan harus dipertimbangkan dengan cermat untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi rakyat dan perekonomian secara keseluruhan.

Silakan Bekomentar
Bahlil Lahadalia IMF Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Mahyudin Sebut Kelapa Genjah Entog Bisa Jadi Bisnis Masa Depan Pemuda Kutim

Enam Program CSR PHI Raih Penghargaan Dunia di Bangkok

Kaltim Dukung Ekraf, Pemuda Didorong Kembangkan Potensi Daerah

Berita Terkini

Parkir Sembarangan di Samarinda Terancam Sanksi

Ajeng NadyaAjeng Nadya25 Mei 2026 Daerah

BNN RI dan Polres Kutim Gagalkan 92 Kg Sabu, Pemdes Singa Gembara Sampaikan Apresiasi

24 Mei 2026

RSUD Kudungga Kini Miliki Cathlab, Mammography dan Poli Baru, Bupati Ardiansyah: Warga Tak Perlu Lagi Banyak Dirujuk ke Luar Daerah

23 Mei 2026

Dirtek Perumda TTB Kutim Dorong 30 Pegawai Bersertifikat Percepat Transformasi Layanan Air Bersih

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ikan Bakar Banjar Lezat di Sangatta Utara, Perpaduan Rasa Gurih dan Nikmat

5 Mei 2026

November Penuh Makna, Pahlawan Itu Bernama Ayah

13 Nov 2025

Penjemputan Paksa KPK dan Refleksi Korupsi Izin Tambang

28 Agu 2025

Anak Butuh Perlindungan Nyata

20 Agu 2025

Royalti Lagu Harus Lewat LMK

4 Jul 2025

Rinanda Maharani Harumkan Kaltim di Ajang Puteri Indonesia

3 Mei 2025
© 2026 | Etara.id by Dexpert, Inc.
PT. Etara Nusa Warta
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.