Bontang – Hangatnya suasana kebersamaan terasa di bawah langit Guntung, saat silaturahmi menjadi jembatan yang menyatukan warga, tokoh masyarakat, dan pemerintah. Hal itu tergambar dalam kegiatan Halal Bihalal bersama Forum RT, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), serta tokoh masyarakat yang digelar pada Kamis malam (2/4/2026) di Lapangan UMKM Rumah Adat Kutai Kelurahan Guntung.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang mewakili Wali Kota. Turut hadir Anggota DPRD Kota Bontang Ubayya Bengawan, Lurah Guntung Denny Febrian, perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur Muhammad Taufik, Ketua Forum RT Sukirno, unsur Lembaga Adat Kutai, Ketua PKK, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Acara diawali dengan prosesi adat Tempong Tawar dan tarian Jepen khas Kutai yang menambah nuansa budaya dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya, Wakil Wali Kota melakukan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya Pujasera UMKM Kelurahan Guntung, yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan salam dari Wali Kota yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas di luar daerah. Ia menekankan bahwa tradisi Halal Bihalal memiliki makna penting dalam mempererat persatuan, bahkan telah menjadi bagian dari sejarah bangsa sejak tahun 1948.

“Momentum ini bukan hanya untuk saling memaafkan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memaparkan kondisi pemerintah daerah yang tengah menghadapi potensi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun demikian, berbagai capaian tetap berhasil diraih, termasuk penghargaan nasional di bidang ketenagakerjaan serta kebijakan rekrutmen tenaga kerja dengan komposisi 75 persen tenaga lokal.

Agus Haris turut mengapresiasi peran aktif masyarakat dan perusahaan di wilayah Guntung yang dinilai mampu menjaga keharmonisan sosial. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Selain itu, ia mengingatkan peran strategis Ketua RT sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat. Pendataan warga, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan anak putus sekolah, menjadi hal penting yang perlu diperkuat melalui program “Tengok Tetangga”.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam memastikan tidak ada warga yang terlewat dari perhatian pemerintah, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng secara simbolis serta hiburan kesenian Kuda Lumping Ryo Manggolo Putro yang menambah semarak suasana. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Bontang yang harmonis dan sejahtera.

Silakan Bekomentar
Share.
Exit mobile version