Sangatta – Kutai Timur kembali menggelar acara besar bertajuk Festival Adat dan Kuliner Nusantara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Festival ini berlangsung selama 10 hari mulai dari 2 hingga 11 November 2024, bertempat di Polder Ilham Maulana. Menghadirkan ragam kekayaan budaya Nusantara, festival ini bertujuan untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengajak masyarakat ikut serta dalam tradisi adat serta kuliner khas dari berbagai suku di Indonesia.
Padliansyah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, menjelaskan bahwa tujuan utama festival ini adalah untuk memperkenalkan dan melestarikan adat istiadat Nusantara kepada masyarakat. “Tujuan merupakan target utama yang ingin dihasilkan dalam melakukan segala sesuatu kegiatan. Festival adat tradisi kuliner Nusantara ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu memperkenalkan adat istiadat Nusantara di Kutai Timur, melestarikan adat istiadat agar tetap dirawat oleh masyarakat, dan mendorong masyarakat ikut mengambil peran menjadi pelaku tradisi adat Nusantara,” ujarnya.
Tiga Tujuan Utama Festival Adat dan Kuliner Nusantara
Festival ini memiliki tiga misi utama yang mencakup aspek edukasi, pelestarian, dan partisipasi masyarakat. Padliansyah menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan pelestarian budaya.
- Memperkenalkan Adat Istiadat Nusantara: Melalui berbagai kegiatan dan pameran, masyarakat Kutai Timur diperkenalkan pada keragaman budaya yang ada di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kekayaan budaya Nusantara yang ada di Kutai Timur.
- Melestarikan Warisan Leluhur: Dengan menampilkan adat istiadat dari berbagai suku, festival ini berupaya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya di tengah derasnya arus globalisasi yang seringkali menggerus budaya lokal.
- Mendorong Partisipasi Masyarakat: Festival ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk aktif dalam memelihara budaya lokal dan menjadi pelaku tradisi adat. Partisipasi masyarakat menjadi daya tarik tersendiri bagi Kutai Timur sebagai kawasan yang kaya akan budaya.
Ragam Acara Seni, Budaya, dan Kuliner
Selama sepuluh hari pelaksanaan, festival ini menyajikan beragam acara yang melibatkan seni, budaya, dan kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa kegiatan yang dijadwalkan dalam festival ini di antaranya adalah pentas seni dan budaya nusantara, kuliner khas daerah, mini museum, dialog budaya, live ukir pahat sapeq, live painting, teras komunitas, serta area UMKM dan Kids Zone.
Terdapat juga sejumlah booth yang disediakan khusus bagi UMKM, paguyuban suku, kuliner Nusantara, dan komunitas yang memamerkan produk-produk mereka. Booth-booth ini berfungsi sebagai ruang pameran kekayaan budaya masing-masing daerah seperti makanan tradisional dan adat istiadat yang dimiliki oleh setiap suku.
Paguyuban Suku yang Meramaikan Festival
Beberapa paguyuban suku di Kutai Timur turut ambil bagian dalam festival ini dengan menampilkan kekayaan budaya mereka. Di antaranya adalah:
- Jaranan New Joyoboyo
- Reog Singo Lawu
- Paguyuban Bali
- DPD Ikatan Keluarga Besar Sulawesi Tengah (IKBST)
- Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (KKSU)
- Paguyuban Wayang Panorama
- Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)
- Ende Lio (NTT)
- KBBKT Kerukunan Bubuhan Banjar Kutai Timur
- IKABES
- Grup Mardhatillah
- Tingkilan Selera Kutai
- Dusmala (Dusun, Ma’ayan, Lawangan)
- HKST
- Paguyuban Keluarga Pasundan (PKP)
- Odah Seni Betuah
- Grup Kelangtegai
- Grup Persatuan Aneuk Nagroe Aceh Bansigom Kutim
- K-PLUS
Paguyuban-paguyuban ini menampilkan berbagai kekayaan budaya mereka melalui penampilan seni tari, musik tradisional, serta hidangan khas daerah yang siap dinikmati pengunjung.
Agenda Hari Per Hari
Festival ini menyuguhkan acara yang beragam setiap harinya, dimulai dari hari pertama pada Sabtu, 2 November 2024, dengan kegiatan pembukaan yang meliputi kolase mural, penampilan tari tradisional, hingga pertunjukan adat dari berbagai suku.
Rincian Acara Tiap Hari:
- Hari Pertama (Sabtu, 2 November): Acara dimulai pukul 15.00 dengan kegiatan melukis kolase mural, dilanjutkan dengan penampilan seni dan tari seperti tingkilan, tarian Kutai, tarian Dayak, dan tarian kolosal. Pada malam harinya, ada pertunjukan adat dan musik yang meriah.
- Hari Kedua (Minggu, 3 November): Menampilkan Reog Ponorogo dan Tari Enggang sebagai bagian dari ragam budaya Nusantara.
- Hari Ketiga (Senin, 4 November): Pengunjung dapat menyaksikan masak besar rendang dan pertunjukan adat dari berbagai suku di Sumatera.
- Hari Keempat hingga Hari Kesepuluh: Setiap hari menyajikan kegiatan melukis, mengukir topeng Dayak, pertunjukan tari, dan musik yang berbeda, termasuk tari Maengket dari Sulawesi Utara, Wayang Golek, hingga kompetisi kuliner dengan bahan dasar singkong dan pisang.
Puncak acara pada tanggal 9 hingga 11 November menampilkan kompilasi budaya dari wilayah Indonesia Timur, Tengah, dan Barat. Di akhir acara, para pengunjung akan disuguhi pertunjukan tari magicland dan penutupan yang diharapkan meninggalkan kesan mendalam.
Sambutan Masyarakat dan Harapan ke Depan
Festival ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kutai Timur. Tidak hanya sebagai hiburan, acara ini menjadi wadah edukasi budaya yang memperkaya wawasan masyarakat akan warisan leluhur yang harus dilestarikan. Dengan hadirnya beragam paguyuban, festival ini menjadi bukti nyata betapa kayanya Indonesia akan budaya yang beragam namun bersatu dalam harmoni.
Padliansyah berharap kegiatan ini mampu memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya Nusantara, serta mendorong mereka menjadi pelaku aktif dalam mempertahankan identitas bangsa. “Harapan kami, melalui festival ini, masyarakat Kutai Timur, terutama generasi muda, bisa melihat dan bangga akan kekayaan budaya kita, sehingga mereka mau terus menjaga dan melestarikannya,” tutupnya.
Festival Adat dan Kuliner Nusantara 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat Kutai Timur dan Indonesia untuk merayakan keberagaman budaya yang dimiliki. Dengan semangat yang besar, diharapkan acara ini mampu terus dilanjutkan dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang.




